Meskipun gagal menang dalam empat laga terakhir, The Reds tetap berpesta meriah usai dinobatkan sebagai juara Liga Inggris.
Gol penyeimbang Liverpool dicetak oleh Mohamed Salah pada menit ke-85. Gol tersebut menjadi simbol penutup musim yang luar biasa bagi bintang asal Mesir itu.
Salah menyelesaikan musim dengan 29 gol dan 18 assist hingga menjadikannya top skor (Golden Boot) sekaligus Playmaker of the Year.
Pertandingan sempat berjalan ketat, dengan Palace lebih dulu unggul lewat gol Ismaïla Sarr, sebelum Salah menyamakan skor melalui skema kerja sama apik antara Diogo Jota, Darwin Nunez, dan Cody Gakpo.
Gol ini juga mengukuhkan 47 keterlibatan gol Salah sepanjang musim – sebuah catatan fenomenal.
Usai peluit panjang, suasana di Anfield berubah menjadi lautan kegembiraan. Para pemain Liverpool kembali ke lapangan untuk menerima medali juara.
Suasana emosional menyelimuti momen ketika Virgil Van Dijk mengangkat trofi Premier League yang disambut sorakan meriah suporter yang memenuhi stadion.
Daniel Sturridge, mantan striker Liverpool yang hadir sebagai pundit, menyebut bahwa Anfield belum pernah sebising ini.
Lagu “One Kiss” dari Calvin Harris mengalun keras seiring kembang api menghiasi langit Liverpool di menit-menit akhir laga.
Sorakan paling besar diberikan kepada Trent Alexander-Arnold, Mohamed Salah, dan Van Dijk, yang masing-masing menunjukkan loyalitas dan kontribusi luar biasa sepanjang musim ini.
Arnold bahkan mencium lambang klub saat menerima medali yang membangkitkan applaus suporter.(*)
Editor : Heri Sugiarto