Dalam momen yang disebut sebagai awal era baru penuh harapan, Alonso kembali ke klub yang pernah ia bela sebagai pemain.
Kali Alonso mengemban tanggung jawab besar sebagai arsitek tim utama Los Blancos.
Acara perkenalan dimulai dengan pemutaran video emosional yang menampilkan perjalanan karier Alonso, sebelum Presiden Florentino Perez menyampaikan pidato sambutan yang sarat makna.
“Ini adalah hari yang sangat spesial bagi seluruh Madridista. Kita menyambut salah satu dari kita sendiri—Xabi Alonso—yang kini menjadi pelatih Real Madrid. Ia memahami betul makna lambang dan jersey ini. Bersamanya sebagai pemain, dimulai era keemasan baru dengan raihan La Décima di Lisboa,” ujar Pérez penuh bangga.
Didampingi Emilio Butragueno, Direktur Hubungan Institusional klub, Alonso kemudian menggelar konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Madrid. Ia mengaku sangat terharu dan antusias memulai babak baru ini.
“Ini adalah hari yang sangat emosional, momen yang hanya terjadi sekali seumur hidup. Saya kembali ke rumah. Saya merasa bangga, penuh tanggung jawab, dan bersemangat untuk segera memulai,” ucap Alonso.
Tantangan Besar, Tapi Siap Hadapi
Alonso tidak menampik besarnya tantangan menggantikan Carlo Ancelotti yang telah menorehkan banyak prestasi. Namun ia menegaskan tak gentar menghadapi ekspektasi tinggi.
“Tidak ada rasa takut. Justru tantangan ini mencerminkan kesuksesan yang telah diraih Carlo. Saya dan staf datang dengan energi dan keinginan besar untuk membangkitkan gairah Madridista.”
Soal gaya bermain, Alonso menjanjikan permainan proaktif, ambisius, dan penuh energi.
“Sepak bola hari ini menuntut fleksibilitas. Saya ingin tim ini menyatu, memainkan sepak bola yang dinamis, penuh emosi, dan membentuk simbiosis dengan para fans. Kuncinya ada pada kerja sama dan koneksi yang kuat di dalam tim.”
Visi Jelas, Fokus Bangun Tim Solid
Alonso juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menganalisis skuad dan siap membentuk tim yang solid, memanfaatkan kekuatan individu para pemain.
“Saya ingin pemain bermain di posisi di mana mereka paling nyaman dan bisa menunjukkan kualitas terbaik mereka—baik fisik, taktik, maupun mental. Dari situ kita bisa menciptakan stabilitas dan sinergi yang kuat.”
Ia secara khusus memuji Jude Bellingham, menyebutnya sebagai pemain “spesial” yang akan jadi kunci dalam proyek masa depan Madrid.
“Bellingham luar biasa. Dia punya potensi besar dan akan jadi pemain fundamental bagi tim ini untuk tahun-tahun mendatang.”
Piala Dunia Antarklub & Hubungan dengan Pemain
Alonso juga akan langsung memimpin tim di Piala Dunia Antarklub, yang dianggapnya sebagai momen ideal untuk mempercepat proses adaptasi.
“Ini adalah kesempatan untuk mengenal tim lebih dalam dan langsung berjuang merebut gelar. Ambisi kami jelas: memulai era ini dengan cara terbaik.”
Dikenal sebagai sosok karismatik, Alonso menegaskan pentingnya koneksi personal dengan para pemain.
“Saya butuh kedekatan dengan para pemain, baik di latihan maupun dalam percakapan pribadi. Saya ingin tahu apa yang mereka rasakan dan butuhkan. Saya pelatih, tapi juga ingin menjadi rekan yang bisa diandalkan.”
Sambutan Hangat dari Butragueno
Sebelum acara ditutup, Emilio Butragueno menyampaikan ucapan selamat datang dengan penuh kehangatan.
“Xabi, kami sangat bahagia atas kembalimu. Di sini kita pernah merayakan banyak kemenangan dan kami yakin kesuksesan baru akan datang. Selamat datang kembali di rumahmu.”
Dengan semangat, kecerdasan taktik, dan pemahaman mendalam terhadap kultur klub, Alonso kini memulai petualangan barunya di Santiago Bernabéu.
Harapan besar tertuju padanya—untuk mengukir sejarah baru dan mengobarkan kembali semangat juara Real Madrid.(*)
Editor : Heri Sugiarto