Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional yang bertanggung jawab untuk menetapkan aturan sepak bola tersebut, menegaskan bahwa penalti yang berhasil setelah pemain melakukan dua sentuhan bola akan diulang, bukan dibatalkan.
Gol Julian Alvarez sempat menjadi momen krusial yang menentukan lolosnya Real Madrid ke babak perempat final setelah menang atas Atletico Madrid.
Namun, gol tersebut dianulir karena Alvarez dianggap menyentuh bola dua kali saat melakukan eksekusi penalti.
Menanggapi kontroversi ini, IFAB bersama UEFA mengkaji ulang regulasi yang sebelumnya tidak secara jelas mengatur situasi tersebut.
Keputusan baru ini menyatakan bahwa mulai Juli 2025, jika seorang pemain mencetak gol dengan dua sentuhan tidak sengaja pada bola saat penalti, eksekusi penalti tersebut harus diulang.
Namun, jika penalti gagal, maka tidak ada kesempatan kedua.
Dalam situasi penalti yang gagal, tim lawan akan mendapatkan tendangan bebas tidak langsung, kecuali wasit menerapkan aturan keuntungan jika hal itu menguntungkan tim bertahan.
Sementara itu, dalam adu penalti, tendangan yang melanggar aturan ini akan dianggap gagal.
Selain itu, dua sentuhan yang dilakukan secara sengaja akan memberikan hak tendangan bebas tidak langsung kepada tim lawan atau dianggap sebagai kegagalan penalti dalam adu penalti.
Aturan baru ini berlaku untuk semua kompetisi yang dimulai pada atau setelah 1 Juli 2025. Kompetisi yang berlangsung sebelum tanggal tersebut dapat mengadopsi aturan ini secara opsional.(*)
Editor : Heri Sugiarto