Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat sore (18/7), Malaysia tampil dominan dan menaklukkan Brunei Darussalam dengan skor telak 7-1.
Sejak menit awal, tim asuhan Nafuzi Zain langsung tancap gas. Baru empat menit berjalan, Malaysia unggul 2-0 berkat sundulan Danish Syamer dan gol bunuh diri dari pemain Brunei, Nazry Aiman.
Danish Syamer menjadi satu dari lima perubahan yang dilakukan pelatih setelah kekalahan perdana. Perubahan tersebut terbukti efektif dalam menambah variasi serangan.
Dua penyerang yang tetap dipercaya bermain sejak awal adalah Haykal Danish dan Haqimi Azim Rosli. Keduanya tampil impresif dan sukses mencatatkan nama di papan skor.
Haykal mencetak gol ketiga Malaysia pada menit ke-32 setelah menerima umpan matang dari Haqimi dan melepaskan penyelesaian tenang melewati penjaga gawang Brunei, Khairul Hisyam Norihwan.
Haqimi kemudian mencetak gol keempat tiga menit sebelum jeda. Setelah kerja sama satu-dua dengan Danish, ia menuntaskan peluang dengan sepakan keras ke pojok atas gawang.
Meski Brunei mampu bertahan lebih baik di babak pertama dibanding kekalahan 0-8 dari Indonesia sebelumnya, mereka tetap tak mampu menahan gempuran Malaysia.
Pada menit ke-69, Danish Hakimi menambah keunggulan menjadi 5-0. Namun lima menit berselang, Brunei mendapat gol hiburan lewat Haziq Naqiuddin yang memanfaatkan bola liar di kotak penalti Malaysia.
Sayangnya, euforia tersebut tak bertahan lama. Fergus Tierney memperbesar keunggulan Malaysia menjadi 6-1 melalui tembakan dari sudut sempit.
Menjelang laga usai, Haqimi kembali mencetak gol keduanya, memanfaatkan kesalahan lini belakang Brunei.
Kemenangan besar ini membuat peluang Malaysia ke semifinal tetap terbuka. Laga terakhir kontra Indonesia, Senin 21 Juli 2025 pukul 20.00 WIB, menjadi penentu.
Malaysia wajib menang untuk lolos, karena jika hanya bermain imbang, mereka bisa tersingkir akibat kalah head-to-head dari Filipina.
Dengan performa impresif ini, Malaysia menunjukkan masih punya asa di ajang ASEAN U-23 Championship 2025.(*)
Editor : Heri Sugiarto