Bagas yang mengendarai mobil Honda Brio tampil impresif sepanjang perlombaan. Ia mencatatkan waktu terbaik di kelasnya, mengungguli ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia yang ambil bagian dalam ajang balap bergengsi tersebut.
“Alhamdulillah bisa meraih hasil maksimal. Terima kasih untuk keluarga dan semua yang sudah mendukung,” ujar Bagas kepada wartawan usai perlombaan.
Yang membuat pencapaiannya semakin menarik perhatian adalah statusnya sebagai pelajar aktif di SMA Negeri 10 Padang.
Dalam usianya yang masih muda, Bagas berhasil membuktikan bahwa anak muda juga mampu bersaing dan mengukir prestasi di dunia otomotif nasional.
Diketahui, Bagas merupakan putra dari David Wewe, seorang anggota kepolisian yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Kemenangan ini pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar dan lingkungan sekolahnya.
Kejurnas Drag Race Pro7 WF sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan pembalap-pembalap muda dan profesional dari seluruh Indonesia.
Tahun ini, Padang dipercaya sebagai tuan rumah, dan ajang ini berhasil menyedot perhatian penggemar otomotif dari berbagai kalangan.
Komunitas otomotif di Sumatera Barat turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Bagas. Mereka menilai kemenangan ini sebagai cerminan bahwa dunia otomotif bukan hanya milik kalangan profesional, tapi juga bisa menjadi ruang berkembang bagi pelajar dan generasi muda yang ingin menyalurkan minatnya secara positif.
Pihak SMAN 10 Padang menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Bagas. Mereka berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa lain agar aktif mengembangkan bakat di luar akademik, tentunya tetap dengan memperhatikan aspek keselamatan dan prestasi pendidikan.
“Prestasi ini membuktikan bahwa siswa kami tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tapi juga mampu bersaing secara nasional di bidang yang diminatinya. Kami terus mendorong kegiatan positif siswa sesuai dengan minat dan bakatnya,” ujar salah satu guru pembina di sekolah.
Kemenangan Bagas diharapkan dapat menjadi tonggak awal bagi lebih banyak pelajar yang terjun secara serius dan positif dalam dunia otomotif. Selain sebagai sarana aktualisasi diri, dunia balap juga bisa menjadi wadah prestasi jika dibina secara tepat dan profesional. (*)
Editor : Adetio Purtama