Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Timnas U-23 Kalah dari Vietnam di Final AFF 2025, Arisal Aziz: Saatnya Percaya Pelatih Lokal!

Hendra Efison • Kamis, 31 Juli 2025 | 13:27 WIB

Indra Syafri, dan owner Josal FC, H. Arisal Aziz.
Indra Syafri, dan owner Josal FC, H. Arisal Aziz.
PADEK.JAWAPOS.COM--Tim Nasional Indonesia U-23 harus puas menjadi runner-up di ajang AFF U-23 2025 usai takluk dari Vietnam di partai final.

Kekalahan ini menjadi sorotan, terutama terkait efektivitas pelatih asing dalam meningkatkan prestasi Garuda Muda di pentas internasional.

Di bawah arahan Gerald Vanenburg, Timnas U-23 kembali gagal mempersembahkan trofi. Hasil ini memperpanjang tren kurang meyakinkan sejak ditangani pelatih luar negeri, khususnya pada kelompok usia muda.

Kritik pun bermunculan dari berbagai kalangan, termasuk dari Presiden Josal FC sekaligus Anggota DPR RI Komisi XIII, H. Arisal Aziz. Ia menilai bahwa pelatih lokal yang memiliki rekam jejak terbukti layak mendapat kepercayaan lebih besar.

“Hadirnya pelatih asing di sepak bola kita sebenarnya tak masalah. Namun, alangkah baiknya kita memberi ruang lebih luas bagi pelatih lokal yang berkualitas. Banyak kok yang kompeten, seperti Indra Sjafri,” ujar H. Arisal, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya, keberhasilan pelatih lokal tak kalah dari pelatih impor. Ia menyebut nama-nama seperti Indra Sjafri, Bima Sakti, dan Nova Arianto yang telah mencatat prestasi membanggakan bersama Timnas kelompok usia.

“Sampai hari ini saya masih percaya pelatih lokal daripada pelatih asing. Meskipun Indra Sjafri juara di kelompok usia, tapi itu pembuktian. Selain Coach Indra, Coach Bima, dan Coach Novakan juga sukses tuh di kelompok umur,” tambahnya.

Meski mengakui keberhasilan Shin Tae-yong (STY) dalam membawa Timnas ke Piala Asia di tiga kelompok umur, Arisal menyoroti bahwa pencapaian tersebut banyak dibantu oleh pelatih lokal.

“Benar STY bisa membawa Timnas lolos ke Piala Asia. Tapi dia bekerja berkolaborasi dengan pelatih lokal. Perlu dicatat juga, sebagai Head Coach, STY belum mempersembahkan trofi juara,” tegas Arisal.

Ia menyinggung fakta bahwa sejak era Anatoli Polosin pada 1991, belum ada pelatih asing yang mampu mempersembahkan trofi bagi Timnas Indonesia.

Salah satu contoh sukses pelatih lokal yang terus disebut adalah Indra Sjafri. Pelatih asal Sumatera Barat ini dikenal sebagai pembina pemain muda berbakat, dan telah mengukir berbagai prestasi:

  1. Juara AFF U-19 2013
  2. Perempat final Piala Asia U-19 2018
  3. Juara AFF U-22 2019
  4. Medali emas SEA Games 2023 (mengakhiri puasa gelar selama 32 tahun)
  5. Juara AFF U-19 tahun 2024

Selain itu, Indra juga dikenal sebagai pelatih yang berjasa melahirkan bintang muda Tanah Air, seperti Evan Dimas, Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, hingga Marselino Ferdinan.

"Pelatih lokal seperti Indra lebih paham psikologi pemain kita. Mereka bisa membangun mental bertanding yang kuat sekaligus memaksimalkan potensi pemain muda,” terang Arisal.

Ia menilai keunggulan pemahaman terhadap karakter pemain Indonesia menjadi kekuatan utama pelatih lokal dibandingkan pelatih asing yang baru mengenal kultur sepak bola Asia Tenggara.

Namun demikian, Arisal tetap membuka peluang kolaborasi antara pelatih asing dan lokal, asalkan federasi memberikan kepercayaan pada pelatih yang sudah terbukti.

“Kalau pelatih lokal bisa juara, kenapa kita harus selalu mengandalkan asing?” tutupnya.

Pernyataan ini kembali memicu wacana pentingnya kemandirian dalam pengembangan sepak bola nasional. Dengan rekam jejak dan kontribusi yang ada, pelatih lokal kini kembali mendapatkan sorotan dan dukungan untuk memimpin Timnas di masa mendatang.(*)

Editor : Hendra Efison
#Timnas U23 Kalah dari Vietnam #Saatnya Percaya Pelatih Lokal #AFF 2025 #Kekalahan Timnas Indonesia #Arisal Aziz