Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SMAN 3 Payakumbuh Tampilkan Dangdut, Bidik Top 5 DBL Dance 2025

Suyudi Adri Pratama • Minggu, 17 Agustus 2025 | 18:23 WIB

Tim dance SMAN 3 Payakumbuh tampil dengan tema dangdut yang dipadukan dengan unsur modern dan tradisional di Azarine DBL Dance Competition 2025.(Foto: Gilang DBL)
Tim dance SMAN 3 Payakumbuh tampil dengan tema dangdut yang dipadukan dengan unsur modern dan tradisional di Azarine DBL Dance Competition 2025.(Foto: Gilang DBL)
PADEK.JAWAPOS.COM-Tim dance SMAN 3 Payakumbuh tampil penuh percaya diri pada ajang Azarine DBL Dance Competition 2025.

Membawa tema dangdut, tim ini berusaha membuktikan bahwa dangdut adalah karya seni yang indah, berkelas, dan bisa dibanggakan di panggung bergengsi.

Dangdut Jadi Identitas Penampilan

Koordinator tim, Zulaika Ceria Atina, menegaskan alasan pemilihan tema dangdut yang kerap dipandang sebelah mata.

“Lewat penampilan ini, kami mau membuktikan kalau dangdut bagus banget. Bahkan karya ini lahir dari rakyat, dan bisa dibawa dengan rasa bangga,” ujarnya.

Penampilan tim SMAN 3 Payakumbuh ini menjadi berbeda dari tim lain karena berani mengangkat genre musik rakyat yang populer di berbagai lapisan masyarakat Indonesia.

Dengan percaya diri, mereka menghadirkan gerakan koreografi yang enerjik sesuai alunan dangdut.

Perpaduan Modern dan Tradisional

Tidak hanya menampilkan dangdut sebagai inti tarian, tim SMAN 3 Payakumbuh juga menggabungkan unsur modern dance dan gerakan tradisional.

Perpaduan tersebut memberikan warna baru dan menjadi ciri khas yang membedakan penampilan mereka di panggung DBL Dance.

“Persiapan kami kurang lebih tiga minggu. Selama itu kami berlatih keras, bukan hanya untuk menguasai koreografi, tetapi juga menyatukan kekompakan tim. Kami juga sengaja menambahkan unsur dance modern dan tradisional agar penampilan lebih bervariasi,” jelas Zulaika.

Gabungan tiga unsur tarian ini membuat penampilan tim terasa lebih kaya. Setiap gerakan yang ditampilkan di panggung tidak hanya menghibur, tapi juga menyampaikan pesan bahwa seni bisa dikembangkan dengan berbagai cara.

Latihan Intensif Selama Tiga Minggu

Persiapan menuju DBL Dance Competition 2025 dilakukan secara intensif. Selama tiga minggu, para anggota tim menjalani latihan rutin untuk menghafal koreografi, memperkuat stamina, dan menjaga kekompakan.

Menurut Zulaika, setiap sesi latihan diisi dengan evaluasi detail terhadap gerakan agar penampilan bisa lebih maksimal. Selain itu, dukungan dari pihak sekolah dan rekan-rekan menjadi motivasi besar bagi tim.

Semangat Kebersamaan Jadi Kunci

Energi dan keceriaan terlihat jelas saat tim SMAN 3 Payakumbuh tampil di atas panggung. Semangat kebersamaan disebut menjadi faktor penting dalam menjaga penampilan tetap solid.

“Semangat kebersamaan itu yang membuat kami bisa tampil penuh percaya diri. Kami saling mengingatkan, saling menguatkan, dan akhirnya bisa menampilkan karya terbaik di atas panggung,” tutur Zulaika.

Kekompakan tim terlihat dari setiap gerakan yang sinkron, serta ekspresi wajah yang ceria. Bagi mereka, DBL Dance bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang untuk menunjukkan identitas dan kreativitas anak muda.

Target Masuk Lima Besar

Dengan percaya diri, tim dance SMAN 3 Payakumbuh menargetkan bisa masuk top 5 DBL Dance Competition 2025. Target ini menjadi motivasi utama agar mereka tampil maksimal sejak babak awal kompetisi.

“Mudah-mudahan kami bisa masuk top five. Dari penampilan pertama ini, kami ingin membanggakan sekolah kami, SMAN 3 Payakumbuh,” tegas Zulaika.

Keberanian memilih tema dangdut sekaligus memadukannya dengan unsur modern dan tradisional diharapkan menjadi nilai lebih yang bisa membawa mereka mencapai target.

Dangdut Bisa Berkelas di Panggung Bergengsi

Penampilan tim SMAN 3 Payakumbuh menjadi bukti bahwa dangdut tidak kalah dengan genre musik lainnya.

Dengan kreativitas dan pengolahan koreografi yang tepat, kata Zulaika, dangdut bisa tampil berkelas, bahkan di panggung kompetisi nasional.

Harapan mereka, keberanian mengangkat dangdut di DBL Dance 2025 dapat menginspirasi tim lain. Bahwa seni tidak mengenal batas, dan bahkan hal yang dianggap sederhana sekalipun bisa menjadi luar biasa jika dibawakan dengan percaya diri.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#DBL Dance 2025 #DBL Sumbar 2025 #modern dan tradisional #Dance Dangdut DBL #Azarine DBL Dance Competition 2025 #DBL Padang #SMAN 3 Payakumbuh