Pelatih SMAN 1 Solok, Andry Perkasa, menyatakan kemenangan laga menuju delapan besar ini diraih meski tim sempat terganggu konsentrasi akibat euforia penonton.
“Dengan kondisi yang ada, kami berusaha tetap fokus untuk bermain. Alhamdulillah, akhirnya bisa mengalahkan tim SMAN 3 Padang,” ujar Andry.
Andry menambahkan, meski menang, evaluasi masih diperlukan untuk meningkatkan performa di laga berikutnya.
“Kita berharap anak-anak bisa memberikan yang terbaik, baik untuk sekolah maupun untuk diri mereka sendiri,” tambahnya.
SMAN 3 Padang Kehilangan Momentum
Sementara itu, pelatih SMAN 3 Padang, Melati, mengungkapkan rasa kecewa atas kekalahan timnya.
Menurut Melati, SMAN 3 Padang sempat tampil dominan pada kuarter awal, tapi performa menurun pada sisa pertandingan.
“Faktor demam panggung cukup berpengaruh. Mayoritas pemain adalah wajah baru karena banyak pemain DBL sebelumnya sudah lulus. Tapi pengalaman ini akan jadi modal berharga untuk pengembangan mereka ke depan,” kata Melati.
Laju ke Babak Berikutnya
Kemenangan ini memastikan SMAN 1 Solok melaju ke babak selanjutnya, sementara SMAN 3 Padang harus menunda ambisi mereka di ajang basket pelajar terbesar Indonesia musim ini.
Pertandingan ini juga menjadi sorotan karena berlangsung di kandang SMAN 3 Padang, menghadirkan tekanan tambahan bagi tim tuan rumah.(*)
Editor : Heri Sugiarto