Pelatih tim, Ayeq, menjelaskan bahwa judul tersebut diambil dari bahasa Sanskerta. Wira berarti pejuang, sementara dewari merujuk pada perempuan-perempuan muda.
“Pesan yang ingin kami sampaikan kepada para penari—yang semuanya adalah perempuan muda—adalah nilai-nilai perjuangan. Terutama bagi generasi muda wanita, penting untuk memperjuangkan hidup, apalagi di tengah isu-isu seperti kesetaraan gender dan feminisme,” ujar Ayeq, Senin (18/8) pukul 23.00 WIB.
Perpaduan Budaya Bali dan Minang
Secara visual, penampilan tim memadukan unsur budaya Bali dan Minang. Dominasi nuansa Bali dipilih karena dikenal secara internasional sebagai representasi budaya Indonesia, sekaligus untuk menegaskan bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia.
“Kami juga memasukkan unsur-unsur silat Minang. Jadi konsepnya perpaduan antara Minang dan Bali,” jelas Ayeq.
Target Prestasi Tahun Ini
Mengenai target, Ayeq menyebut timnya berupaya mempertahankan prestasi di tingkat provinsi dan melangkah lebih jauh di tingkat nasional.
“Tahun lalu kami berhasil juara di Sumbar dan meraih peringkat empat Most Favorite di nasional. Tahun ini, semoga bisa juara lagi di Sumbar dan berprestasi di nasional,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto