Sejak tip-off, kedua tim langsung bermain ngotot. SMAN 9 Padang dan SMAN 10 Padang saling berbalas poin, memperlihatkan persaingan ketat antar sekolah unggulan di Padang.
Meski sempat kesulitan di awal laga, SMAN 10 Padang mampu tampil lebih tenang pada menit-menit akhir. Keunggulan berhasil diamankan hingga buzzer berbunyi, menutup laga dengan kemenangan sekaligus membawa mereka melangkah ke Fantastic Four.
Pelatih SMAN 9 Padang, Rido Amirsyah, mengakui laga berjalan cukup berat bagi timnya.
“Cukup seru, cukup sengit. Kami sering sparring, jadi sama-sama tahu kekuatan masing-masing. Namun, siapa yang lebih siap, dia yang menang. Pemain kami belum merata, sementara lawan komplit dan cukup bagus,” ujarnya.
Ia menambahkan beberapa aspek perlu diperbaiki.
“Yang terutama pada pola pertahanan, fast break, dan juga special move dalam offense. Itu yang harus jadi fokus ke depan,” jelasnya.
Rido juga menyoroti pentingnya regenerasi pemain untuk musim berikutnya.
“Tim yang lebih solid lagi harus dipersiapkan, karena ada pemain kelas 12 yang tahun depan tidak bisa main lagi. Jadi, kami akan mencari penerus yang setara atau bahkan lebih baik dari mereka,” tambahnya.
Di kubu lawan, pelatih SMAN 10 Padang, Nurcholis Satrio Sidiq, menilai kemenangan kali ini penuh perjuangan.
“Pertandingan tadi sangat sengit, ada perlawanan keras juga dari SMAN 9 Padang. Anak-anak sempat kewalahan di awal, tapi pada akhirnya bisa keluar dari tekanan,” katanya.
Nurcholis menegaskan bahwa timnya masih harus banyak berbenah.
“Karena pertandingan berikutnya pasti lebih susah lagi. Dari laga tadi, banyak kesalahan anak-anak, terutama di defense. Jadi yang pertama harus diperbaiki adalah pertahanan,” tegasnya.
Menjelang Fantastic Four, ia menekankan kesiapan mental pemain.
“Yang disiapkan tentu mental anak-anak. Karena level selanjutnya adalah Fantastic Four, jadi mental harus stabil, fokus penuh, dan tidak boleh main seperti tadi lagi. Lawan berikutnya pasti lebih kuat,” ungkapnya.(mg7/mg10/yud)
Editor : Heri Sugiarto