SMA Adabiah 2 Padang, yang berstatus runner up musim lalu, harus menghentikan langkah lebih awal usai dikalahkan SMA IT Insan Cendekia Payakumbuh dengan skor akhir 38-31.
Sejak awal pertandingan, Adabiah 2 Padang tampil meyakinkan. Hingga kuarter ketiga, keunggulan selalu berada di tangan tim asal Padang tersebut. Skor sempat bertahan 25-22 untuk keunggulan Adabiah 2 saat kuarter ketiga berakhir.
Namun, jalannya laga mulai berubah ketika memasuki kuarter keempat. Adabiah 2 terkena technical foul yang membuat lawan mendapatkan tiga kesempatan tembakan bebas.
Momentum Berbalik
Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Reyhan Mega. Seluruh tembakan bebas berhasil dikonversi menjadi poin, sehingga skor menjadi imbang 25-25.
Laga semakin sengit menjelang akhir kuarter pamungkas. Dengan sisa waktu lima detik, Navara Sufyang Tsauri mencetak poin penting bagi Insan Cendekia Payakumbuh.
Setelah itu, tim Prince berhasil mempertahankan keunggulan hingga menutup pertandingan dengan skor 38-31.
Pelatih Pelatih SMA IT Insan Cendekia Payakumbuh, Abdul Kharim Muzaky mengucapkan rasa syukur atas kemenangan ini.
“Alhamdulillah adik-adik dapat menjalankan instruksi dengan baik walaupun tetap ada beberapa kali miss dan tidak berjalan dengan maksimal namun hasil akhirnya masih menjadi rezeki untuk kita,”katanya.
Zaky mengatakan momentum comeback tersebut terjadi saat para pemain berhasil menjalankan instruksi dengan baik. “Baik itu Defense maupun Offense mereka berhasil menjalankan dengan baik, dari kekonsistenan mereka tersebut Alhamdulillah memiliki hasil,”ujarnya.
Menyongsong babak Fantastic Four, Zaky mengatakan akan menerapkan beberapa strategi untuk menghadapi lawan yang juga cukup tangguh ke depannya.
“Akan ada beberapa catatan untuk menghadapi musuh kedepannya terutama terkait para pemain kunci mereka yang menjadi perhatian. Cuma sebagai tim kita akan menghadapinya secara bersama,”ungkapnya.
Sementara itu Afry Kanadi pelatih SMA Adabiah 2 Padang menyampaikan rasa kekecewaannya usai kalah dalam pertandingan tersebut.
Namun bagi dirinya kekalahan ini tidak perlu dilarut-larutkan karena harus menjadi bahan evaluasi serta introspeksi ke depannya untuk kebaikan para pemain SMA Adabiah 2 Padang.(yud)
Editor : Heri Sugiarto