Pertandingan ini menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya sejak 2016, Inter akan ditangani pelatih asing di laga pembuka liga. Saat itu, Frank de Boer menjadi sosok terakhir sebelum kini giliran Cristian Chivu.
Chivu diperkirakan memilih skema dengan Benjamin Pavard di lini belakang bersama Francesco Acerbi dan Alessandro Bastoni.
Nicolo Barella diplot sebagai gelandang pengatur permainan menggantikan Hakan Calhanoglu yang harus absen akibat skorsing.
Di kubu Torino, pelatih Ivan Juric menurunkan Ademola Lookman Adams sebagai ujung tombak, didukung Cyril Ngonge dan Nikola Vlasic.
Catatan sejarah menunjukkan Inter memiliki rekor yang solid ketika menghadapi Torino di laga pembuka Serie A.
Dari lima pertemuan sebelumnya dalam situasi serupa, Nerazzurri tidak pernah kalah dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang, serta tidak kebobolan satu pun gol (total agregat 4-0).
Namun, Inter menyimpan catatan yang kurang menguntungkan terkait pelatih asing. Sejak kemenangan 2-0 melawan Modena di bawah Hector Cúper pada 2003, Inter tidak pernah lagi meraih kemenangan pada laga pembuka Serie A bersama pelatih non-Italia.
Rinciannya, dua kali imbang bersama Jose Mourinho, satu kali imbang bersama Rafael Benítez, serta satu kekalahan dengan Frank de Boer.
Dalam tren terkini, Inter gagal meraih kemenangan pada laga pembuka musim lalu setelah sebelumnya selalu menang lima kali beruntun.
Jika kembali imbang kali ini, Nerazzurri akan mencatatkan dua hasil seri beruntun di partai pembuka untuk pertama kalinya sejak 2007–2010.
Di sisi lain, Torino juga memiliki kecenderungan berbagi poin di awal musim. Dalam dua musim terakhir, mereka menutup laga perdana dengan hasil imbang, yakni 0-0 melawan Cagliari (2023/24) dan 2-2 kontra AC Milan (2024/25).
Sejarah mencatat hanya sekali Torino mencatat lebih dari dua hasil imbang beruntun di partai pembuka, yakni tiga kali beruntun pada 1955–1957.
Rekor pertemuan kedua tim di Serie A belakangan ini juga berpihak pada Inter. Nerazzurri tidak terkalahkan dalam 12 laga terakhir kontra Torino (11 menang, 1 imbang), termasuk enam kemenangan beruntun dengan agregat gol 12-2.
Hanya sekali Inter mencatat rekor lebih panjang atas Torino, yakni tujuh kemenangan beruntun antara 2002 dan 2008.
Torino pun memiliki rekor buruk di Giuseppe Meazza. Mereka tidak pernah menang dalam 18 lawatan terakhir ke markas Inter (5 imbang, 13 kalah).
Kemenangan terakhir Granata di San Siro terjadi pada 3 April 2016 dengan skor 2-1. Dalam daftar peserta Serie A musim ini, hanya Lecce (23 laga) dan Hellas Verona (67 laga) yang memiliki rentetan lebih panjang tanpa kemenangan di stadion tersebut.
Dari sisi produktivitas, Inter dan Torino sama-sama mencatat tujuh gelandang berbeda yang mencetak gol di Serie A 2024/25, menyamai Atalanta dan Fiorentina.
Inter juga unggul dalam transisi ofensif dengan enam gol yang lahir dari perebutan bola maksimal 40 meter dari gawang lawan, menyamai Napoli dan Como.
Sebaliknya, Torino hanya mencetak satu gol dari situasi serupa, lebih baik satu tingkat dari Monza yang tidak mencetak gol sama sekali.
Marcus Thuram menjadi sosok kunci Inter menghadapi Torino. Striker asal Prancis itu telah mencetak empat gol ke gawang Granata, termasuk satu-satunya trigol dalam kariernya di lima liga top Eropa pada 5 Oktober 2024. Musim lalu, Thuram mencatat rekor pribadi dengan 14 gol di Serie A.
Torino mengandalkan Tino Anjorin yang tampil menonjol musim lalu. Gelandang asal Inggris berusia 23 tahun itu mencatat dua gol dan tiga assist. Ia menjadi gelandang asing kedua termuda yang terlibat dalam minimal lima gol, di bawah Nico Paz dari Real Madrid.
Laga ini bukan hanya debut Cristian Chivu bersama Inter, tetapi juga menjadi panggung sejarah bagi kedua tim untuk menegaskan langkah awal di Serie A 2025/2026.(*)
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Torino
Inter: Sommer; Bastoni, De Vrij, Pavard; Dimraco, Barella, Sucic, Dumfries; Henrique, Thuram; Lautaro Martinez.
Torino: Israel; Pedersen, Coco, Maripan, Biraghi; Anjorin, Casadei; Ngonge, Vlasic, Aboukhlal; Adams.
Editor : Heri Sugiarto