Dalam pernyataan resminya, Fenerbahce menyampaikan ucapan terima kasih kepada Mourinho yang telah menangani tim utama sejak musim 2024-2025.
“Kami telah berpisah dengan Jose Mourinho, yang menjabat sebagai pelatih kepala tim utama profesional kami sejak musim 2024-2025. Kami berterima kasih atas dedikasinya untuk tim kami dan mendoakan kesuksesan di kariernya ke depan,” tulis Fenerbahce dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).
Mourinho bergabung dengan Fenerbahce pada Juni 2024 setelah sebelumnya melatih sejumlah klub elite Eropa seperti Chelsea, Real Madrid, Inter Milan, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan AS Roma.
Harapan besar sempat disematkan kepadanya untuk mengakhiri puasa gelar liga Fenerbahce. Namun, musim lalu Fenerbahce hanya finis di posisi kedua klasemen Liga Super Turki, tertinggal dari rival sekota mereka, Galatasaray.
Hasil itu memperpanjang paceklik gelar yang sudah lama membayangi klub berjuluk Yellow Canaries tersebut.
Karier Mourinho di Turki juga diwarnai kontroversi. Pada April lalu, ia terlibat insiden dengan pelatih Galatasaray, Okan Buruk, setelah Fenerbahce kalah 1-2 di perempat final Piala Turki.
Mourinho ketika itu kedapatan memegang wajah Buruk dan mencubit hidungnya. Insiden ini menjadi sorotan media lokal.
Selain itu, Mourinho juga pernah dijatuhi denda atas komentarnya seusai laga derby melawan Galatasaray.
Dia menuding perangkat pertandingan bersikap bias dan mengkritik wasit keempat. Komite disiplin menilai ucapannya bertentangan dengan etika olahraga.
Kekalahan dari Benfica di playoff Liga Champions menjadi pukulan telak yang mempercepat keputusan manajemen Fenerbahce.
Mourinho yang kini berusia 62 tahun, meninggalkan Istanbul setelah gagal memenuhi ekspektasi besar klub maupun pendukungnya.
Meski demikian, Mourinho tetap dikenang sebagai salah satu pelatih berprestasi di sepak bola Eropa dengan koleksi gelar domestik dan internasional, termasuk Liga Champions bersama Porto dan Inter Milan.(*)
Editor : Heri Sugiarto