Ia dibebastugaskan dan digantikan John Brooks menjelang pertandingan Liverpool dengan Arsenal di Anfield, Minggu malam WIB (31/8/2025).
Keputusan tersebut diambil usai badan wasit Inggris tersebut mengakui adanya kesalahan dalam menganulir gol Fulham saat melawan Chelsea pada Sabtu (30/8/2025).
Dalam laga di Stamford Bridge, Josh King sempat mengira dirinya membawa Fulham unggul lebih dulu lewat serangan balik cepat.
Namun, gol tersebut dianulir setelah Rodrigo Muniz dinilai melanggar Trevoh Chalobah dalam proses build-up. Keputusan itu langsung menuai perdebatan karena dianggap merugikan tim tamu.
Momen tersebut terbukti krusial. Chelsea akhirnya memanfaatkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 2-0, meski sepanjang pertandingan The Blues banyak berada di bawah tekanan Fulham.
Bukan hanya gol King yang menjadi sorotan. Dalam pertandingan yang sama, VAR kembali menuai kontroversi saat Chelsea mendapat hadiah penalti setelah Ryan Sessegnon dianggap melakukan handball.
Padahal, sebelumnya Joao Pedro lolos dari situasi serupa tanpa hukuman. Perbedaan keputusan itu semakin memicu kritik terhadap konsistensi penerapan VAR di Premier League.
PGMOL kemudian mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi permintaan maaf kepada Fulham. Mereka mengakui bahwa keputusan Salisbury tidak sejalan dengan prinsip dasar penggunaan VAR, yakni hanya boleh melakukan intervensi jika terdapat “clear and obvious error” atau kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit di lapangan.
“Kesalahan telah terjadi. Keputusan untuk menganulir gol tidak sesuai dengan prinsip referee’s call. Kami menyampaikan permintaan maaf kepada Fulham,” demikian pernyataan singkat PGMOL, dilansir The Standard.
Imbas keputusan tersebut, Michael Salisbury dicopot dari jadwal tugas VAR pada pertandingan berikutnya.
Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab PGMOL untuk menjaga kredibilitas perangkat pertandingan, terutama di tengah sorotan publik atas penggunaan teknologi VAR yang kerap diperdebatkan.
Kemenangan Chelsea 2-0 atas Fulham pada laga itu sendiri memberi mereka tambahan tiga poin penting, meski performa tim asuhan Mauricio Pochettino dinilai tidak dominan.
Bagi Fulham, kegagalan mencetak gol di awal laga akibat keputusan kontroversial menjadi salah satu titik balik jalannya pertandingan.(*)
Editor : Heri Sugiarto