Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Spanyol yang telah mencatat 26 laga resmi tanpa kekalahan di era Luis de la Fuente.
Setelah memenangkan laga pembuka masing-masing, Turki dan Spanyol kini bertemu dalam duel puncak klasemen Grup E. Secara rekor pertemuan, Turki hanya menang sekali dari 11 laga melawan Spanyol, yaitu pada kualifikasi Piala Dunia 1954.
Sementara dalam sejarah kunjungan Spanyol ke Turki, La Furia Roja hanya meraih satu kemenangan dari lima pertandingan, yakni 1-2 pada 2009.
Federasi Turki memilih Konya sebagai lokasi pertandingan. Stadion ini diprediksi menjadi tempat tekanan tinggi bagi tim tamu, seperti beberapa laga sebelumnya yang membuat Turki menjadi lawan sulit.
Turki akan menurunkan Arda Guler, gelandang serang muda Real Madrid berusia 20 tahun, sebagai pemain kunci.
Guler menjadi sorotan publik Turki yang berharap timnya kembali ke Piala Dunia setelah lebih dari dua dekade. Duel generasi antara Guler dan bintang muda Spanyol Lamine Yamal menambah daya tarik laga ini.
Spanyol membawa skuad inti yang mapan. Pelatih Luis de la Fuente kemungkinan hanya melakukan perubahan minimal.
Pemain kunci seperti Huijsen di lini belakang, Zubimendi di tengah, Pedri sebagai pengatur serangan, serta duet sayap Lamine Yamal dan Nico Williams diprediksi tetap menjadi starter.
Mikel Oyarzabal, yang telah mencetak empat gol dalam empat pertandingan terakhir, juga menjadi andalan. Satu posisi yang masih dipertimbangkan adalah bek kanan antara Carvajal dan Pedro Porro.
De la Fuente memperingatkan laga di Konya akan lebih menantang dibanding kemenangan 3-0 atas Bulgaria, Kamis lalu. Ia memilih tidak mengungkapkan susunan pemain final, dan keputusan akhir akan diambil setelah latihan terakhir karena kondisi pemain menjadi faktor penting.
Mengenai tekanan di Konya, De la Fuente menyebut atmosfer pertandingan akan “indah” dan timnya siap menghadapi situasi tersebut.
Turki tidak diperkuat Burak Yilmaz yang absen karena kartu merah di laga sebelumnya melawan Georgia.
Tim tuan rumah mengandalkan ketajaman Kerem Akturkoglu dan kreativitas Hakan Calhanoglu. Pelatih Vincenzo Montella mempertimbangkan menambah daya gedor lini tengah dengan Orkun Kokcu untuk meningkatkan penguasaan bola.
Di klasemen Grup E, Spanyol berada di posisi pertama dan ingin mempertahankan performa kuatnya untuk kali ketiga belas berturut-turut di Piala Dunia.
Turki yang berada di posisi ketiga akan berusaha meraih hasil maksimal agar tetap bersaing. Bulgaria dan Georgia dianggap memiliki level lebih rendah, sehingga duel antara Turki dan Spanyol menjadi penentu arah klasemen.
Secara historis, Spanyol unggul atas Turki dengan enam kemenangan dari 12 pertemuan, sementara Turki menang dua kali. Spanyol hanya menelan satu kekalahan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi, yaitu melalui adu penalti melawan Portugal di final UEFA Nations League Juni lalu.
Turki memenangkan empat dari lima laga terakhir dengan satu kekalahan tipis 0-1 dari Meksiko dalam laga persahabatan.(*)
Prediksi Susunan Pemain Turki vs Spanyol
Turki (4-2-3-1): Cakir (GK) — Muldur, Demiral, Bardakci, Elmali — Yuksek, Calhanoglu — Akgun, Guler, Yildiz — Akturkoglu.
Spanyol (4-3-3): Simon (GK) — Porro, Le Normand, Huijsen, Cucurella — Merino, Zubimendi, Pedri — Yamal, Oyarzabal, N. Williams.
Editor : Heri Sugiarto