Dalam laga di Stadion John Smith’s, Pelatih Man City Pep Guardiola menurunkan enam pemain jebolan akademi sejak menit awal. Salah satunya, Divine Mukasa, tampil sebagai starter di lini depan.
Gol pembuka tercipta pada babak pertama. Foden melakukan kombinasi umpan satu-dua dengan Mukasa sebelum melepaskan tembakan rendah dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper lawan.
Huddersfield sempat memberikan perlawanan ketat, tapi City menggandakan keunggulan pada menit ke-74. Savinho melepas tendangan keras dari sudut sempit yang merobek gawang tuan rumah sekaligus menutup peluang terjadinya kejutan.
Usai laga, Guardiola menegaskan Foden lebih efektif dimainkan sebagai gelandang serang. “Absolutely,” kata Guardiola saat ditanya apakah Foden lebih baik di posisi sentral.
“Dekat dengan kotak penalti, dia bisa bermain di ruang sempit dengan sempurna. Ketika bermain bebas di dekat kotak, dia bisa melakukan sesuatu yang unik. Ketika Phil bermain di posisi itu, dia menjadi ancaman nyata,” tambahnya.
Foden, 25 tahun, tampil impresif dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat melawan Arsenal, Manchester United, dan Napoli.
Pertandingan ini juga menjadi debut senior bagi Jaden dan Reigan Heskey, putra mantan striker timnas Inggris, Emile Heskey. Keduanya masuk di babak kedua.
“Enam pemain akademi tampil sejak awal, dua lagi masuk di babak kedua. Saya pikir ayah dan ibu mereka sangat bangga. Itu hal yang keren,” kata Guardiola.
Manchester City selanjutnya akan menjamu Burnley di Premier League pada Sabtu (27/9/2025).
Di babak keempat Carabao Cup, The Citizens dijadwalkan bertandang ke markas Swansea City.(*)
Editor : Heri Sugiarto