Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Segel Gelar Juara MotoGP 2025 di Sirkuit Motegi, Marc Marquez Akhiri Penantian 2184 Hari

Novitri Selvia • Senin, 29 September 2025 | 11:15 WIB

GELAR KE-7: Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez merayakan gelar juara MotoGP ke-7 di podium Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, Jepang, kemarin (28/9).
GELAR KE-7: Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez merayakan gelar juara MotoGP ke-7 di podium Mobility Resort Motegi, Motegi, Prefektur Tochigi, Jepang, kemarin (28/9).

PADEK.JAWAPOS.COM-Marc Marquez resmi menjadi juara dunia MotoGP 2025 setelah berhasil finis di posisi runner-up Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi kemarin (28/9). Itu jadi gelar MotoGP ketujuh bagi Marc dan kesembilan di semua kelas.

JUMLAH tujuh gelar Marc itu menyamai rekor legenda MotoGP Valentino Rossi. Pembalap Ducati itu hanya terpaut satu gelar dari rekor 500cc/MotoGP milik Giacomo Agostini. Dengan usia ’masih’ 32 tahun peluang Marc untuk menyamai dan bahkan melampaui rekor itu sangat terbuka.

Namun, lebih penting lagi, gelar juara ketujuh itu sekaligus mengakhiri penantian Marc selama enam tahun lamanya.
Marc tercatat harus menunggu 2184 hari sejak terakhir meraih gelar pada 2019 silam.

Selama itu, dia harus melalui sejumlah perjuangan seperti cedera patah lengan di Jerez pada 2020 serta performa motor Honda yang terus menurun (lihat grafis).

Karena itu, Marc tampak menitikkan air mata saat comeback merayakan gelar. “Saya bahkan tidak bisa berkata-kata,” kata Marc saat track interview usai balapan.

“Ini momen yang sangat sulit, tapi sekarang saya merasa damai dengan diri sendiri. Saya membuat kesalahan besar dengan kembali terlalu cepat dari cedera, tapi saya terus berjuang dan akhirnya menang lagi,” paparnya.

Marc finis kedua di Motegi dengan selisih 4,196 detik dari rekan satu timnya, Francesco Bagnaia. Meski belum memenangi balapan, tapi itu lebih dari cukup bagi Marc.

Sebab, dia sebetulnya hanya butuh finis dengan selisih tidak kalah dari tujuh poin dari pesaing terdekatnya, pembalap Gresini Ducati Alex Marquez. Kemarin, Alex harus puas berada di posisi keenam.

Seusai balapan, Bagnaia mengaku tidak ingin ’mengganggu’ perayaan Marc. “Saya agak malu dengan apa yang saya alami sekarang.

Tapi bagaimanapun juga, saya senang untuk akhir pekan ini, senang untuk performa Marc, dan saya harap mulai sekarang saya akan terus seperti ini karena dengan begini saya bisa berjuang,” papar Bagnaia yang telah meraih kemenangan keduanya musim ini.

Capaian Marc meraih gelar juara dunia ketujuh mulai disebut-sebut sebagai salah satu comeback terhebat, bukan hanya di MotoGP tetapi juga di ajang olahraga.

Laman MotoGP menyandingkan Marc dengan cerita kembalinya Niki Lauda di Formula 1. Lauda bangkit meraih gelar juara dunia lagi setelah bangkit dari kecelakaan mengerikan 1976. 

Selain itu, ada juga cerita Michael Jordan yang kembali bermain bola basket bersama Chicago Bulls pada 1995. Hasilnya, tiga gelar NBA berturut-turut berhasil diraih.

Lalu, dalam dunia tenis ada juga Monica Seles yang comeback setelah mendapat tikaman dari seorang fans saat bertanding di Hanburg pada 1993. Setelah absen memulihkan mental dua tahun, dia meraih gelar Australian Open 1996. (ka/bas/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#marc marquez #juara MotoGP 2025 #sirkuit motegi #motogp #ducati