Pertandingan ini menjadi laga perdana Spensa—julukan SMPN 1 Surabaya—setelah absen selama tujuh tahun dari kompetisi yang digelar DBL Indonesia.
Khususnya, comeback Spensa terasa spesial karena bertepatan dengan ulang tahun Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani, yang hadir menemani anak didiknya bermain, bersama orang tua para pemain.
Para pemain Spensa menuliskan pesan bertuliskan “Pray for Ponpes Al Khoziny”. Pesan ini sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap musibah ambruknya bangunan masjid di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin, 29 September 2025. Hingga Jumat (4 hari setelah kejadian), puluhan santri diduga masih tertimbun reruntuhan.
“Kami turut merasakan duka atas musibah itu, apalagi korban banyak yang seusia kami,” ujar M. Zidane F.R. Rahmatullah, pemain Spensa yang menjadi pencetak poin terbanyak dengan 6 poin, sekaligus mengantarkan Spensa menang 19-10 atas Spendusa (SMPN 21 Surabaya).
Pesan tersebut juga merupakan dukungan untuk tim penyelamat Ponpes Al Khoziny. Salah satu orang tua pemain Spensa, Valdiano Widyantoro Putra, bekerja di BPBD Kota Surabaya.
Dia berbagi informasi tentang kejadian itu pada teman-temannya, termasuk soal penyelamatan dramatis dua santri yang terjepit reruntuhan.
Valdiano turut bermain dalam laga tersebut dan menyumbangkan poin lewat tembakan three-point. “Dari cerita Valdiano, kami berinisiatif menampilkan pesan dukungan di sepatu,” tambah Zidane.
Laga Spensa vs Spendusa Berjalan Sengit
Pertandingan berlangsung ketat di paruh pertama. SMPN 21 Surabaya sempat menahan permainan Spensa, namun Spensa bermain lebih tenang. Banyak pelanggaran yang dilakukan Spendusa berhasil dimanfaatkan Spensa menjadi poin, termasuk melalui turnovers.
Setelah laga, Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani, mengaku bangga dengan penampilan tim basket putra maupun putri. Tim basket putri Spensa sebelumnya berhasil menang 15-7 atas SMP Angelus Custos Surabaya.
“Anak-anak bisa bermain lepas, meski sekolah kami sudah lama tidak tampil di DBL,” kata Eko.
Kembali ke DBL karena Dukungan dan Bakat Anak Didik
Kembalinya Spensa ke panggung Junior Exhibition Games 2025, bagian dari Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java-North (DBL Surabaya), dilakukan karena dukungan guru dan orang tua yang intens serta bakat para siswa di basket.
Eko berharap, pengalaman tampil di ajang sebesar DBL dapat menjadi bekal berharga bagi anak didiknya, terutama dalam membangun karakter dan semangat sportivitas.(*)
Editor : Heri Sugiarto