Dari lima pesilat yang bertanding, tiga di antaranya berhasil menembus babak final dan berpeluang menyumbangkan medali emas bagi Sumbar.
Tiga pesilat tersebut yakni Muhammad Farid (Kelas A Putra) yang menang atas pesilat Daerah Istimewa Yogyakarta dengan skor 34–20, Fadlan Rusli (Kelas E Putra) yang menundukkan pesilat DKI Jakarta, Fahmi Fadli, dengan skor 29–23, serta Paula Listi (Kelas C Putri) yang mencatat kemenangan mutlak 40–10 atas pesilat Maluku, Eka P. Dewi Polpoke.
Sementara dua pesilat lainnya, Rheydho Shabilillah (Kelas D Putra) dan Zahra Fadli (Kelas D Putri), harus puas dengan medali perunggu setelah kalah tipis dari lawan masing-masing.
Rheydho dikalahkan pesilat Lampung dengan skor 26–30, sedangkan Zahra kalah dari pesilat Jambi, Ayu Puspita Dewi, dengan skor 34–46.
Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, yang hadir langsung di arena pertandingan, mengapresiasi perjuangan para pesilat.
“Kita patut bersyukur dengan capaian ini. Tiga finalis menunjukkan bahwa pencak silat Sumbar masih memiliki kekuatan di tingkat nasional. Semoga mereka bisa tampil maksimal di final dan mempersembahkan emas untuk Sumatera Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Kontingen Pencak Silat Sumbar, Nurul Ikhsan, menegaskan timnya terus menjaga kesiapan atlet menjelang laga puncak.
“Semangat para atlet luar biasa. Kami menjaga kondisi fisik dan mental mereka agar tetap fokus menghadapi partai final. Insya Allah, kami optimistis bisa membawa pulang medali emas untuk Ranah Minang,” ujarnya.
Dengan hasil ini, kontingen pencak silat Sumatera Barat telah memastikan dua medali perunggu dan berpeluang menambah tiga emas dari partai final PON Beladiri II 2025 di Kudus.(*)
Editor : Hendra Efison