Jika dia mampu memenuhi target yang ditentukan pada 2026, maka posisinya di tim akan terjamin untuk musim 2027. Hal itu diungkapkan Russell dalam wawancara dengan The Telegraph.
”Dalam kontrak ini, jika saya tampil baik tahun depan dan mencapai target tertentu, kontrak akan otomatis diperpanjang untuk 2027,” kata Russell kepada The Telegraph. ”Jadi kursi saya untuk 2027 ada di tangan saya. Saya tidak mau diombang-ambing, seperti enam bulan lalu. Jika saya perform, 100 persen saya akan bertahan,” tegasnya.
Nah, klausul itu bisa jadi ‘benteng’ bagi Russell dari ancaman eksternal, terutama dari Max Verstappen. Diketahui, bos Mercedes Toto Wolff, sempat secara terbuka ‘merayu’ Verstappen untuk pindah dari Red Bull pada 2026. Situasi itu sempat membuat negosiasi perpanjangan kontrak dengan Russell tertunda.
Namun, menurut laporan beberapa sumber, Verstappen juga memiliki klausul keluar di kontraknya. Juara dunia F1 empat kali itu bisa saja hengkang jika berada di luar posisi tiga besar saat jeda musim panas. Tapi, setelah GP Hungaria awal Agustus lalu, Verstappen masih berada di posisi tiga klasemen. Artinya, dia masih bertahan dan pintu ke Mercedes untuk 2025 tertutup.
Setelah jeda musim panas itulah, Mercedes baru serius bernegosiasi dengan Russell. Meski berlarut-larut, tetapi Russell menilai penundaan itu justru menguntungkan. ”Saya ingin menandatangani kontrak sejak Oktober 2024, tapi kesepakatan yang saya dapat sekarang jauh lebih baik,” ucap pembalap 27 tahun itu.
Kontrak baru Russell dilaporkan bernilai GBP 30 juta (sekitar Rp 665 miliar) per tahun. Jumlah itu hanya kalah dari Verstappen dan Lewis Hamilton (Ferrari). Selain itu, Russell juga menyepakati tugas PR (kehumasan) yang lebih longgar. ”Ya, kadang-kadang kita memang hanya perlu percaya pada kemampuan diri sendiri. Dan saya merasa, saya justru semakin kuat,” timpalnya. (*)
Editor : Eri Mardinal