Gol pembuka Sunderland dicetak Ballard pada menit ke-37. Sadiki menyambut bola panjang dengan sundulan ke arah Ballard, yang mengontrol bola di dalam kotak penalti dan langsung melepaskan tembakan tak terjangkau kiper David Raya.
Arsenal menyamakan kedudukan pada menit ke-53 melalui Saka. Declan Rice merebut bola dari Le Feé, mengirim umpan satu-dua dengan Merino, dan bola diarahkan ke Saka yang lolos satu lawan satu menghadapi Roefs, berhasil menaklukkan kiper Sunderland.
Gol kedua Arsenal dicetak Trossard pada menit ke-75. Trossard menggiring bola dari sisi sayap, mengecoh Brobbey di ujung kotak penalti, lalu melepaskan tembakan akurat ke sudut atas gawang Roefs setelah Calafiori memberi ruang, membawa Arsenal unggul 2-1.
Dramatis, Sunderland menyamakan kedudukan melalui Brobbey pada menit tambahan (90+3’). Kesalahan David Raya dalam mengontrol bola memudahkan Brobbey mengeksekusi tendangan chilena yang menghasilkan gol dramatis, memastikan skor akhir 2-2.
Laga berlangsung intens dengan peluang emas dari kedua tim. David Raya tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menghadang tembakan Brobbey di akhir laga.
Sunderland tampil solid di lini pertahanan meski hanya menguasai bola 31,3 persen dibanding Arsenal 68,7 persen.
Statistik mencatat Sunderland melakukan 11 pelanggaran, menerima 11 kali pelanggaran, dan memenangkan 21 perebutan bola. Arsenal mencatat 10 pelanggaran dan 32 kali merebut kembali bola.
Kartu kuning tercatat dua untuk Sunderland dan satu untuk Arsenal, tanpa kartu merah di kedua tim. Pergantian strategi terjadi pada menit ke-63 dan 85, dengan Sunderland melakukan tiga pergantian termasuk masuknya Brobbey, sementara Arsenal memasukkan Mosquera menggantikan Eze.
Dengan hasil ini, Arsenal tetap memimpin klasemen Premier League, sementara Sunderland menegaskan diri sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang.(*)
Editor : Heri Sugiarto