Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gelar WTA Finals Sempurnakan Kebangkitan Rybakina, Taklukkan Sabalenka Pada Partai Puncak

Eri Mardinal • Senin, 10 November 2025 | 07:55 WIB

 

Elena Rybakina menyabet gelar juara WTA Finals pertamanya usai mengalahkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di King Saud University Indoor Arena, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (8/11).
Elena Rybakina menyabet gelar juara WTA Finals pertamanya usai mengalahkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di King Saud University Indoor Arena, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (8/11).
PADEK.JAWAPOS.COM-Elena Rybakina mengakhiri musim 2025 dengan manis. Petenis asal Kazakhstan itu menyabet gelar juara WTA Finals pertamanya.

Dia berhasil mengalahkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka pada Sabtu (8/11). Dalam partai final di King Saud University Indoor Arena, Riyadh, Arab Saudi, Rybakina menang dua set langsung 6-3, 7-6(0).

Rybakina, yang memulai turnamen sebagai unggulan keenam, tidak terkalahkan di WTA Finals 2025. Tercatat, dia lebih dulu unggul atas petenis nomor dua dunia Iga Swiatek 3-6, 6-1, 6-0 saat fase grup, Senin (3/11) pekan lalu.

Capaian di Riyadh tidak hanya membuat Rybakina menyabet trofi Billie Jean King, tetapi juga hadiah uang terbesar dalam sejarah olahraga putri. Atlet 26 tahun itu membawa pulang USD 5,235 juta (sekitar Rp 87 miliar). Itu melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Sabalenka saat memenangi US Open 2025 sebesar USD 5 juta (sekitar Rp 83 miliar).

”Ini benar-benar minggu yang luar biasa. Jujur saja, saya sama sekali tidak punya ekspektasi dan tidak menyangka bisa melaju sejauh ini. Sungguh menakjubkan,” kata Rybakina pada upacara penyerahan trofi.

Kemenangan ini menjadi puncak kebangkitan Rybakina musim ini. Dia sempat turun ke peringkat 10 dunia akibat gangguan tidur, cedera, dan kontroversi seputar pelatihnya, Stefano Vukov. WTA sempat memberikan skors kepada Vukov selama satu tahun karena tuduhan  pelecehan psikologis, dan eksploitasi.

Belakangan, Rybakina bersikeras Vukov tidak pernah menganiaya dirinya. Skors itu akhirnya dicabut pada Agustus lalu melalui arbitrase pribadi. Karena kontroversi itu, Rybakina sampai menolak berfoto bersama dengan CEO WTA Portia Archer saat perayaan gelar kemarin.

”Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada tim saya: Stefano yang selalu mendorong saya hingga batas maksimal dan membantu saya terus berkembang,” kata Rybakina menyebut peran Vukov saat pidato.

”Juga fisioterapis saya Stefan yang berusaha menjaga kondisi fisik tetap prima, serta semua anggota tim yang senantiasa ada mendampingi dan mendukung saya,’’ timpalnya.

Di sisi lain, Sabalenka justru melanjutkan ‘kutukan’ di laga-laga puncak. Meski menyandang status petenis nomor satu dunia sepanjang 2025, dia hanya mampu menang sekali dari empat final turnamen besar yang dicapai musim ini.

Sebelum WTA Finals, Sabalenka kalah dalam laga puncak tiga Grand Slam 2025 di US Open, French Open, dan Australian Open. Sedangkan, di ajang Wimbledon, Sabalenka harus tersingkir di babak semifinal dari Amanda Anisimova. Karena itulah, Sabalenka tak kuasa menahan tangis seusai kalah dari Rybakina. ”Saya semakin tua, saya menjadi sangat sensitif,” kata Sabalenka dalam upacara penyerahan trofi. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#Aryna Sabalenka #WTA Tour 2025 #WTA Finals 2025 #Elena Rybakina