Kemenangan akan memastikan Selecao lolos ke Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.
Portugal turun dengan komposisi ofensif: Diogo Costa; Nelson Semedo, Ruben Dias, Renato Veiga, Joao Cancelo; Joao Neves, Vitinha, Bruno Fernandes; Bernardo Silva, Gonçalo Ramos, dan Rafael Leo.
Armenia menyamakan kedudukan pada menit ke-18 lewat skema serangan cepat. Umpan Ranos dari sisi kanan diselesaikan dengan baik oleh Spertsyan yang lolos dari kawalan Nelson Semedo di depan gawang.
Portugal kembali memimpin pada menit ke-28. Kesalahan penguasaan bola Artur Serobyan dimanfaatkan Goncalo Ramos untuk melewati kiper dan menuntaskan menjadi gol sehingga mengubah skor menjadi 2-1.
Momentum Portugal semakin kuat. Pada menit ke-30, Joao Neves mencetak gol ketiga melalui tembakan keras dari luar kotak penalti setelah kerja sama satu sentuhan di depan gawang Armenia. Bola meluncur deras tanpa mampu dibendung Avagyan.
Portugal terus menekan dan mencetak gol keempat pada menit ke-41. Joao Neves kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi tendangan bebas spektakuler yang langsung menghujam sudut atas gawang.
Jelang turun minum, Portugal mendapat penalti setelah pelanggaran terhadap Ruben Dias. Bruno Fernandes dengan tenang mengeksekusi pada menit 45+2, dan memastikan skor 5-1.
Laga makin spesial dengan penggunaan jersey hitam emas yang didedikasikan untuk Eusebio, serta penghormatan untuk tokoh sepak bola nasional Jorge Costa dan Diogo Jota.
Hingga jeda, Portugal sepenuhnya mengendalikan permainan dan hanya tinggal menunggu hasil babak kedua untuk memastikan tiket resmi ke Piala Dunia 2026.
Jika meraih kemenangan, Portugal akan mengoleksi 13 poin, unggul dua poin dari Hungaria yang pada babak pertama unggul 2-1 atas Irlandia. Hasil tersebut akan memastikan tim asuhan Roberto Martinez lolos ke Piala Dunia 2026.(*)
Editor : Heri Sugiarto