Menurut Pelatih Prancis, Didier Deschamps, pemain Real Madrid itu absen karena radang pergelangan kaki. “Tidak ada alasan untuk mengambil risiko karena tim sudah lolos ke Piala Dunia," katanya seperti dilansir BeiN Sports.
Didier Deschamps bahkan menyatakan telah menempatkan Mbappe di bawah wewenang Real Madrid, dan memberi sinyal bahwa bintang berusia 26 tahun itu bisa kembali ke Spanyol. Tapi, keputusan berikutnya memicu kontroversi baru di Prancis.
Perjalanan ke Dubai yang Menjadi Sorotan
Alih-alih kembali ke Madrid, Mbappe memilih terbang ke Dubai. Di sana, ia menginap di hotel mewah Atlantis The Royal dan mengunjungi Padel One Club, menurut laporan media Prancis L’Équipe.
Alasan kunjungan ke Emirat tersebut belum dikonfirmasi secara resmi. Kabar ini menimbulkan pertanyaan di internal timnas dan membangkitkan kembali kontroversi yang sebelumnya sempat mereda.
Selain kontroversi Dubai, Mbappe juga menghadapi sengketa kontrak lama dengan Paris Saint-Germain (PSG). Striker Real Madrid itu menuntut kompensasi lebih dari $301 juta, termasuk sekitar €55 juta upah yang belum dibayar, ditambah klaim kerugian atas perlakuan tidak adil dan pelecehan psikologis.
Mbappe menuduh PSG melanggar kontraknya dan menciptakan lingkungan kerja “tidak ramah” sebelum kepindahannya ke Real Madrid pada 2024.
Media Prancis mengingatkan, pada musim gugur 2024—setelah resmi bergabung dengan Real Madrid—Mbappe pernah menimbulkan ketegangan karena beberapa ketidakhadiran, meski presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, membela pemainnya.
“Ketika dia adalah pemain terbaik dunia, dia tak tergantikan bagi Prancis. Saya berharap dia kembali ke performa terbaik dan bergabung kembali pada bulan Maret," katanya.(*)
Editor : Heri Sugiarto