Hasil ini menegaskan bahwa Los Blancos sedang berada dalam situasi sulit, dengan catatan tiga pertandingan tanpa kemenangan, meski berhasil menyelamatkan poin di menit ke-87 melalui gol Bellingham.
Pelatih Xabi Alonso mengambil keputusan berani dengan menyusun tim tanpa Vinicius dan Valverde sebagai starter, serta memberi kontrol penuh kepada Ceballos. Ia menerapkan strategi pertahanan tiga pemain, menggunakan dua bek sayap panjang Trent dan Fran García, serta menempatkan Rodrygo untuk mendampingi Mbappe di lini depan.
Meski ide tersebut jelas, pelaksanaannya tidak optimal. Madrid kesulitan menutup ruang, dan setiap bola di belakang lini tengah menjadi ancaman bagi Courtois.
Elche Tampil Berani dan Terorganisir
Elche, yang diasuh Eder Sarabia, menampilkan keberanian menyerang dan pertahanan yang solid, meski menghadapi tim besar seperti Madrid.
Tim promosi ini mendominasi penguasaan bola. Febas, mantan pemain akademi Madrid, membuka skor pada menit ke-53.
Madrid menyamakan skor menjadi 1-1. Gol ini tercipta pada menit ke-78 dari situasi tendangan sudut. Bellingham menyentuh bola terlebih dahulu, yang kemudian jatuh ke kaki Huijsen, tepat untuk mendorong bola ke gawang dan menyamakan kedudukan.
Elche kembali unggul pada menit ke-84 ketika Alvaro Rodriguez, eks Madrid, mencetak gol dalam serangan balik.
Inaki Pena, kiper Elche, melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk dari Mbappe dan Rodrygo.
Perjuangan Madrid dan Gol Penyeimbang
Madrid merespons dengan memasukkan Vinicius, Valverde, dan Camavinga, serta kemudian Gonzalo menggantikan Arda Guler.
Gol penyeimbang dicetak Bellingham pada menit ke-87 setelah sebelumnya terjadi kontak antara Vinicius dan Inaki Pena. VAR memverifikasi gol tersebut dan tetap memberikannya kepada Madrid.
Akhirnya, pertandingan berakhir 2-2 setelah Elche menyelesaikan laga dengan 10 pemain karena Chust diganjar kartu merah pada menit ke-96.(*)
Editor : Heri Sugiarto