Van Persie dan Haise disebut akan ditendang dari jika kembali membawa klub asuhannya meraih hasil jeblok. Total sudah tujuh klub Liga Europa musim ini yang mengganti tactician mereka.
Di kandang sendiri, De Kuip, Van Persie akan memimpin Feyenoord ketika menjamu Celtic (siaran langsung beIN Sports Max/beIN Sports Connect/Vidio pukul 00.45 WIB). Sementara Haise mempertaruhkan jabatannya saat melawat ke markas FC Porto, Estadio do Dragao, Porto (siaran langsung beIN Sports 3/beIN Sports Connect/Vidio pukul 00.45 WIB).
Van Persie digoyang isu pemecatan setelah Feyenoord hanya mampu sekali menang dalam lima laga terakhir. Empat laga sisanya harus berakhir dengan kekalahan. ”Ini bukan krisis. Anda bisa menyebut krisis jika kami bermain buruk, dan tidak menunjukkan performa terbaik kami. Meski kami kalah, kami tetap mampu bermain bagus,” klaim RvP – inisial Van Persie – seperti dilansir The National.
Analis sepak bola Belanda Geert den Ouden menganggap taktik Van Persie kurang mendukung. Bahkan, menurutnya, taktik mantan striker Arsenal dan Manchester United itu tidak begitu disukai karena disebut tidak agresif dan selalu kurang cepat dalam transisi menyerang-bertahan. ”Klub lawan kerap mencetak gol dari skema serangan balik,” kritik Den Ouden dilansir dari Headliner.
Untuk Haise, dia mencatatkan rapor buruk seperti Van Persie. Di lima laga terakhir, Nice hanya sekali memetik kemenangan. Bahkan, pada empat laga terakhirnya, Les Aiglons selalu jadi pecundang. Media-media Prancis menyebut Haise sudah kehilangan kendali di ruang ganti yang dipicu komunikasi buruk dengan anak asuhnya. (*)
Editor : Eri Mardinal