SSB ini awalnya dibentuk untuk menyediakan kegiatan positif bagi anak-anak di lingkungan setempat dan kini telah berkembang menjadi pusat pembinaan berjenjang dari KU-10 hingga KU-16.
Dalam perjalanannya, SSB Kasang telah menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya juara Muaro Kiawai Cup U-13 Pasaman Barat tahun 2022.
Pada Padek Cup 2024, tim U-10 dan U-12 berhasil menembus babak delapan besar.
Sejumlah alumninya juga berhasil tampil di ajang Piala Soeratin, bahkan ada yang melanjutkan karier di luar sepak bola dengan menjadi anggota TNI. Prinsip pembinaan karakter menjadi fondasi utama yang diterapkan pelatih.
Pelatih SSB Kasang, Fadilah Zikri, mengatakan bahwa pihaknya selalu mengandalkan hasil pembinaan untuk menghadapi kompetisi.
“SSB sifatnya pembinaan untuk mengukur dan mengevaluasi hasil latihan. Kami selalu percaya pada proses pembinaan anak-anak,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Senin (2/12/2025).
Untuk Padek Cup 2025, SSB Kasang menurunkan KU-12 meski sebagian besar pemain masih berusia 11 tahun.
Fadilah menilai hal itu bukan kendala berarti karena mereka telah banyak mendapatkan pengalaman bertanding.
“Mayoritas masih 11 tahun, tetapi sudah sering ikut kejuaraan dan Liga Anak Pariaman,” katanya.
Kendala finansial menjadi tantangan tersendiri bagi SSB ini. Biaya turnamen dan kondisi ekonomi menjadi hambatan, namun mereka mengatasinya melalui iuran bersama.
“Kendala utama tentu biaya. Kami mengatasinya dengan iuran bersama dan diselesaikan bersama-sama,” ujar Fadilah.
Menghadapi Padek Cup 2025, SSB Kasang menargetkan ajang tersebut sebagai wadah memberikan menit bermain dan pengalaman bertanding bagi para pemain. Latihan rutin dilakukan dua hingga tiga kali seminggu.
“Visi kami memberi pengalaman, wadah bermain, dan mengembangkan pemain. Targetnya menit bermain terlebih dulu, bukan posisi,” tutupnya.(cr4)
Editor : Hendra Efison