Hasil ini memutus euforia Los Blancos setelah kemenangan meyakinkan di San Mames, dan menjadi pukulan menjelang duel penting melawan Manchester City pada tengah pekan.
Real Madrid kembali tampil di Bernabeu untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan. Xabi Alonso melakukan rotasi dengan menurunkan Asencio sebagai bek kanan, Arda Guler sebagai starter, dan Carreras sebagai bek tengah.
Celta memulai pertandingan dengan agresif melalui serangan balik dan umpan jauh yang beberapa kali membongkar lini belakang Madrid.
Peluang awal justru datang dari Pablo Durán dan Bryan Zaragoza, meski Courtois masih mampu melakukan penyelamatan.
Madrid mulai menguasai permainan pada menit ke-15, ketika Bellingham hampir mencetak gol melalui situasi sepak pojok. Namun kiper Celta, Radu, tampil solid sepanjang pertandingan.
Situasi berubah drastis pada menit ke-22 ketika Eder Militao mengalami cedera otot di paha kiri setelah berduel dengan Bryan Zaragoza.
Bek asal Brasil itu harus meninggalkan lapangan dengan bantuan staf medis, memperpanjang daftar cedera di lini belakang Madrid.
Rudiger masuk menggantikan Militao, tetapi Celta terus menghadirkan ancaman sebelum turun minum. Di sisi lain, peluang Arda Guler dan Vinicius berhasil digagalkan Radu sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Madrid tampil lebih menekan. Namun pada menit ke-53, Celta berhasil memimpin melalui aksi Swedberg yang menyambar umpan Bryan Zaragoza dengan sontekan tumit untuk menaklukkan Courtois.
Gol tersebut membuat suasana di Bernabéu mulai memanas. Alonso memasukkan Rodrygo untuk menambah intensitas serangan, tetapi tekanan tidak cukup membuahkan hasil.
Keadaan Madrid semakin sulit setelah Fran García menerima dua kartu kuning dalam satu menit sehingga mereka harus bermain dengan 10 pemain. Meski demikian, Madrid tetap menciptakan peluang, termasuk melalui Mbappe.
Upaya itu tidak berhasil, dan pada masa tambahan waktu, Carreras juga diusir setelah menerima kartu merah kedua tuan rumah pada laga ini. Dengan sembilan pemain, Madrid kembali kebobolan pada menit 90+3 melalui gol kedua Swedberg.
Usai pertandingan, Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan respons tegas. Ia mengakui kekalahan ini menyakitkan dan dipengaruhi cedera Militao sejak awal laga.
“Kami semua marah, ini bukan pertandingan yang kami inginkan, juga bukan hasil yang kami harapkan. Cedera Militao sejak awal membuat kami sulit menata ulang permainan,” ujarnya.
“Pertandingan yang kami rancang tidak ke luar. Namun ini hanya tiga poin, masih banyak laga tersisa. Kami harus segera bangkit dan bereaksi di Liga Champions pada Rabu,” tambahnya.
Alonso menegaskan bahwa cedera kembali menjadi masalah besar bagi tim. “Cedera Mili mengacaukan rencana kami. Ini kabar buruk, kami memang sedang menderita karena banyak pemain cedera. Sulit bagi kami bereaksi, bahkan hampir baru bangkit setelah bermain dengan 10 orang,” katanya.
Ia juga menekankan tanggung jawab kolektif atas performa buruk tim. “Kami semua bertanggung jawab, baik di saat bagus maupun tidak. Situasinya berat karena cedera, tapi kami harus berubah dan menunjukkan wajah berbeda pada pertandingan berikutnya,” tutupnya.
Kekalahan di Bernabeu ini menandai kekalahan kandang pertama Madrid musim ini dan memperburuk situasi tim yang sedang mengalami krisis bek jelang menghadapi Manchester City di Liga Champions.
Editor : Heri Sugiarto