Klub ini mempersiapkan tim Kelompok Usia (KU) 10 dan 12 tahun melalui latihan intensif dan program pembinaan terstruktur.
SSB Imam Bonjol Padang berdiri pada 2 Januari 2009 dengan nama awal SSB Wirabraja, didirikan oleh Yulius Dede atas perintah Danrem 0312.
Awalnya, sekolah sepak bola ini dikhususkan untuk anak anggota TNI dan Polri. Pada 2012, nama diubah menjadi SSB Imam Bonjol Padang dan mulai menerima peserta secara umum.
Sejak 14 November 2023, SSB ini telah berbadan hukum berdasarkan akta notaris nomor 12 dan terafiliasi dengan PSSI.
Ketua Umum SSB, Joni Edwar, menyebut jumlah siswa terdaftar mencapai sekitar 400 orang, dengan 250 siswa aktif.
“Yang terbanyak adalah kelompok usia dini di bawah 12 tahun,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Minggu (7/12/2025).
SSB Imam Bonjol memiliki kelompok umur lengkap mulai dari KU 6–8 tahun, KU-10, KU-12, KU-13 hingga KU-15.
Hingga kini, mereka telah meraih berbagai prestasi, termasuk juara 1 Piala Soeratin U-13 Sumbar 2025, juara 1 Liga Anak Indonesia U-10 2024, dan juara 3 tingkat nasional di Pati, Jawa Tengah.
Head coach Hengky Riza mengatakan pemain usia dini memiliki karakteristik khusus.
“Mereka enerjik, ingin tahu, suka bereksperimen dengan bola, dan sedang belajar mengembangkan keterampilan dasar,” tuturnya, Rabu (10/12/2025).
Ia menilai pemain usia dini memiliki kemampuan berkembang cepat, kreativitas tinggi, dan kemampuan bekerja sama yang baik.
Untuk persiapan KU 10 dan 12 menuju Padek Cup 2025, tim pelatih menerapkan latihan intensif meliputi peningkatan teknik dasar, fisik, hingga taktik permainan.
“Kami melakukan simulasi pertandingan, analisis lawan, pemilihan formasi, dan pengembangan kerja sama tim,” jelas Hengky.
Drill yang ditekankan meliputi transisi menyerang dan bertahan, penguatan koordinasi, serta latihan defense dan attacking.
SSB juga menyediakan fasilitas berupa lapangan latihan, peralatan pelatihan lengkap, serta dukungan mental melalui psikolog olahraga dan program motivasi.
SSB Imam Bonjol menargetkan peningkatan kemampuan pemain, peningkatan prestasi tim, dan peningkatan mentalitas bertanding.
“Harapan kami pemain dapat menunjukkan kemampuan secara maksimal dan tim meraih hasil positif di Padek Cup 2025,” kata Hengky.
SSB juga berharap kompetisi ini menjadi ajang memperkuat reputasi mereka sebagai sekolah sepak bola yang konsisten membina talenta muda.(CR4)
Editor : Hendra Efison