Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SSB Kompak FC Bangkit Lagi, Targetkan Semifinal Padek Cup 2025 Usai Aktif Kembali dari Vakum

Riyadhatul Khalbi • Jumat, 12 Desember 2025 | 18:54 WIB

SSB Kompak FC kembali aktif tahun ini, menyiapkan empat kelompok umur dan fokus mematangkan teknik pemain untuk bersaing di Padek Cup 2025.
SSB Kompak FC kembali aktif tahun ini, menyiapkan empat kelompok umur dan fokus mematangkan teknik pemain untuk bersaing di Padek Cup 2025.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sekolah Sepak Bola (SSB) Kompak FC kembali aktif pada Januari 2025 setelah sempat vakum sejak beberapa tahun terakhir.

SSB yang berdiri pada Agustus 2018 atas inisiatif Deri Saputra itu kini fokus memperkuat pembinaan usia dini di kawasan Kampung Pisang, Kota Padang.

Kompak FC membina empat kelompok umur aktif, yakni U10, U12, U13, dan U15. Pembinaan difokuskan pada dasar teknik seperti passing dan dribbling untuk membentuk talenta muda lokal.

Pelatih SSB Kompak FC, Dea Putri Nanda, menyebut pihaknya melakukan seleksi internal untuk menentukan pemain yang akan diturunkan pada Padek Cup 2025. Seleksi dilakukan berdasarkan kedisiplinan latihan dan kemampuan pemain.

“Untuk Padek Cup ini kami menyeleksi mana pemain yang rajin latihan dan mempunyai kemampuan, itu yang kami bawa,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Rabu (10/12/2025).

Dea menjelaskan sebagian besar pemain berasal dari kelompok umur U12, sementara seleksi untuk U10 dilakukan dengan metode serupa. Keseriusan mengikuti latihan dan etika pemain menjadi dasar penilaian.

“Karena mayoritas pemain kami U12, seleksinya melihat keseriusan anak dalam latihan dan etikanya. Sama juga untuk U10,” tuturnya.

Menghadapi Padek Cup 2025, Kompak FC memiliki visi meningkatkan jam terbang pemain sekaligus mengevaluasi pemahaman mereka terhadap konsep bertahan dan menyerang.

“Visi kami adalah menambah jam terbang bermain anak-anak dan melihat sejauh mana pemahaman defending dan attacking mereka,” katanya.

Persiapan dilakukan dengan intensitas latihan empat kali seminggu. Materi latihan mencakup teknik bertahan, menyerang, dan transisi permainan.

“Latihan kami empat kali seminggu, mengajarkan teknik bertahan, menyerang, dan bagaimana transisi anak-anak,” jelasnya.

Kompak FC menerapkan gaya bermain sederhana agar pemain mudah memahami tugas masing-masing di lapangan.

Baca Juga: Chelsea vs Everton: Cole Palmer Kembali, Blues Akhiri Rentetan Hasil Buruk?

“Pada Padek Cup ini kami fokus pada bagaimana anak menjalankan tugasnya, baik saat defending maupun attacking,” ujarnya.

Dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam pembinaan usia dini. Kehadiran dan motivasi dari wali murid dinilai membantu perkembangan mental dan semangat pemain.

“Dukungan itu tentu dari orang tua karena mereka memberi dorongan khusus pada usia pembinaan ini,” tambahnya.

Pada Padek Cup 2025, Kompak FC menargetkan lolos hingga babak semifinal. Pelatih berharap kompetisi ini membuat anak didik semakin giat berlatih dan menjadi sarana evaluasi performa.

“Target kami semifinal. Harapannya anak-anak lebih giat latihan dan kami bisa mengevaluasi kemampuan mereka dalam pertandingan,” tutupnya.(CR4)

 

Editor : Hendra Efison
#KU usia dini #Padek Cup 2025 #SSB Kompak FC #pembinaan sepak bola Padang