Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sejak 1975, SSB PSTS Konsisten Cetak Pemain Liga 1 dan Timnas dari Pembinaan Usia Dini

Riyadhatul Khalbi • Rabu, 17 Desember 2025 | 19:35 WIB

SSB PSTS Padang sejak 1975 konsisten membina sepak bola usia dini, melahirkan pemain Liga 1 dan Timnas lewat sistem pembinaan berkelanjutan.
SSB PSTS Padang sejak 1975 konsisten membina sepak bola usia dini, melahirkan pemain Liga 1 dan Timnas lewat sistem pembinaan berkelanjutan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sekolah Sepak Bola (SSB) PSTS (Persatuan Sepakbola Tabing Sekitar) terus melanjutkan peran panjangnya dalam pembinaan sepak bola usia dini di Kota Padang dengan ambil bagian pada kompetisi Padek Cup 2025.

SSB PSTS berdiri sejak 1975 dan dikenal sebagai salah satu wadah pembinaan sepak bola grassroots di Sumatera Barat.

Selama puluhan tahun, PSTS telah melahirkan sejumlah pemain yang berkiprah di level profesional hingga tim nasional.

Beberapa alumni SSB PSTS di antaranya Tommy Pranata, mantan pemain Arema Indonesia dan Timnas U-23, Andre “Kessack” Syarifuddin yang pernah memperkuat Persiwa Wamena, serta Bobby Satria yang membela Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Bali United, dan Timnas U-20 serta U-23.

Nama lain yang juga tercatat berasal dari PSTS antara lain Muhammad Fauzan Jamal, Davitra, Ronaldo Eko Juliyanto, dan Aldo Claudio.

Saat ini, SSB PSTS membina pemain usia 8 hingga 16 tahun melalui kelompok umur (KU) 8, 10, 12, 14, dan 16.

Fokus utama diarahkan pada pembinaan dasar teknik, mental bertanding, dan pemahaman permainan sejak usia dini.

Dalam beberapa waktu terakhir, SSB PSTS mencatatkan prestasi pada level usia dini.

Tim U-10 keluar sebagai juara Turnamen Wali Nagari Singkarak Cup, sementara tim U-12 meraih juara Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) SSB U-12 se-Sumatera Barat yang digelar di Sijunjung.

Pelatih SSB PSTS, Ogi Rusmana, mengatakan Padek Cup 2025 menjadi ajang penting untuk menguji hasil latihan pemain KU-10 dan KU-12. Seluruh pemain yang diturunkan merupakan binaan internal PSTS.

“Target kami memberi pengalaman bermain untuk anak-anak. Juara itu bonus. Yang utama mereka bermain, menguji mental, dan melihat hasil latihan selama ini,” ujar Ogi, Selasa (16/12/2025).

Menurut Ogi, pemain KU-10 dan KU-12 PSTS telah dibekali pemahaman bermain kolektif dan karakter bertanding. Tim pelatih menyiapkan komposisi pemain sesuai kebutuhan kompetisi.

“Pemain sudah kami siapkan bagaimana bermain dan berproses dalam pertandingan,” katanya.

SSB PSTS mengusung filosofi permainan membangun serangan dari bawah dengan umpan kaki ke kaki.

Menjelang Padek Cup 2025, dukungan sarana latihan dan program pembinaan tetap berjalan sesuai arahan kepala pelatih.

Ogi menegaskan, PSTS tidak memasang target khusus dalam kompetisi. Fokus utama adalah perkembangan pemain dan evaluasi pembinaan.

“Target utama anak-anak bisa bermain lepas, mendapat pengalaman bertanding, teruji mental, dan menerapkan materi latihan,” ujarnya.

Melalui Padek Cup 2025, SSB PSTS berharap pemain menunjukkan progres dan perkembangan berkelanjutan pada setiap jenjang usia.(cr4)

Editor : Hendra Efison
#SSB PSTS Padang #sekolah sepak bola Padang #pembinaan sepak bola usia dini #pemain Liga 1 Indonesia