Pada partai final, pegulat binaan Pengcab PGSI Kota Padang itu harus mengakui keunggulan pegulat Vietnam, Tat Du Can, setelah kalah angka.
Perjalanan Gilang menuju final berlangsung solid. Pada laga pembuka, ia menumbangkan Dargani M. asal Filipina melalui kemenangan jatuhan.
Gilang kemudian melaju ke final usai mengalahkan pegulat tuan rumah Chamnanjam dari Thailand lewat kemenangan angka.
“Alhamdulillah bisa sampai ke final dan meraih medali perak. Ini hasil kerja keras dan dukungan banyak pihak. Ke depan saya akan terus berlatih agar bisa meraih hasil lebih baik,” kata Gilang.
Sebelumnya, Gilang juga mencatat prestasi nasional dengan meraih medali emas PON 2024, sehingga pencapaian di SEA Games 2025 menegaskan konsistensinya di level nasional dan regional.
Sekretaris Umum PGSI Sumatera Barat, Ilmarizal, mengapresiasi penampilan Gilang yang dinilai tampil maksimal sejak babak awal hingga final.
“Gilang menunjukkan perjuangan dan mental bertanding yang baik. Medali perak ini menjadi kebanggaan PGSI Sumbar dan menunjukkan pembinaan gulat daerah berjalan,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyebut prestasi Gilang mencerminkan daya saing atlet Sumbar di tingkat internasional.
“Perjalanan Gilang hingga final menunjukkan kualitas teknik, mental, dan disiplin latihan. Medali ini menjadi motivasi bagi atlet lain,” kata Hamdanus.
Dengan raihan tersebut, Gilang Ilhaza kembali mengharumkan nama Indonesia dan Sumatera Barat di ajang olahraga multievent terbesar Asia Tenggara.(*)
Editor : Hendra Efison