PADEK.JAWAPOS.COM-Grand final Padek Cup 2025 berlangsung ketat, kemarin. Baik untuk kelompok umur 10 (KU-10) maupun KU-12 yang digelar di Lapangangan Sepak Bola Kampus 2 FIK UNP Lubukbuaya, Padang.
Pasalnya, juara mesti ditentukan lewat adu penalti. Ini setelah dalam waktu normal 2x20 menit, kedua tim di masing-masing KU bermain imbang. Bahkan dengan skor identik, 0-0.
Di KU-12 SSB Imam Bonjol keluar sebagai juara setelah mengalahkan SSB Kladentist dengan skor 4-3. Di perebutan peringkat tiga, SSB Padang Durian Hijau (PDH) dari Pasaman Barat keluar sebagai pemenang.
Mereka menumbangkan SSB Asco juga lewat adu penalit 2-1 setelah di waktu normal bermain kacamata. Sementara itu, pada KU-10 juara diraih SSB Padang peduli. Tim ini mengalahkan SSB Imam Bonjol Hijau dengan skor 3-2.
Pada perebutan peringkat ketiga Taruna Luki bertanding dengan Buayan Putra. Hasilnya Taruna Luki menang menang juga lewat adu penali 3-2. Dalam waktu normal, kedua tim bermain imban 0-0.
Pada turnamen sepak bola usia dini yang digagas Padang Ekspres untuk edisi ketiga ini, juga memberikan penghargaan kepada pencetak gol terbanyak.
Pada KU-10 diraih Muhammad Imam Alzaki dari Buayan Putra dengan raihan 4 gol. Sedangkan pada KU-12, dengan perolehan 7 gol yang ia cetak pada babak gugur oleh Feriadi Utama dari SSB Padang Durian Hijau Pasaman Barat
Kemudian ada juga penghargaan untuk Best Player. Habibie Hafizh Al Akhir (SSB Padang Peduli) terpilih pada KU-10. Sementara itu Miftahul Mirza (SSB Imam Bonjol) meraihnya pada KU-12.
Penyerahan piala, penghargaan, piagam, dan door prize secara bergantian diberitakan Direktur Utama Padang Ekspres Mhd Nazir Fahmi, Direktur Keuangan Bank Nagari Roni Edrian, Asisten III Sekretariat Kota Padang Corri Saidan, Direktur PT Padang Graindo Mediatama Syukron Putra, Pemred Padang Ekspres Rommy Delfiano, Ketua Panitia Pelaksana Padek Cup 2025 Eko Harmanto, dan Direktur PADEK.JAWAPOS.COM Heri Sugiarto.
Mhd Nazir Fahmi menyampaikan rasa bangganya karena tiap tahun Padek Cup makin diminati. Namun, karena keterbatasan saat ini, Padek Cup 2025 hanya diikuti 80 tim.
Keterbatasan yang ia maksud adalah sejumlah daerah di Sumbar yang tengah dilanda bencana banjir bandang dan galodo.
“Ini juga yang menghambat tim-tim luar Sumbar, seperti dari Riau dan Jambi banyak yang membatalkan keikutsertaan mereka. Karena jalan yang sempat terputus,” terang dia.
Ia menjelaskan Padek Cup 2025 sebenarnya hampir di-reschedule karena kondisi Sumatera saat ini. “Namun karena ini memasuki liburan sekolah jadi kita sekaligus melakukan trauma healing biar anak-anak datang ke sini. Ketawa-ketawa main bola kaki,” ungkapnya.
Mhd Nazir berharap agar Padek Cup ini terus ada pada tiap tahunnya. Karena ini merupakan agenda tetap dan sudah masuk ke Askot.
Ia juga berharap terus mendapatkan dukungan dari sponsor dan mitra-mitra kerja yang sudah menjalin hubungan baik dengan Padek.
Sementara itu, Corri Saidan menyampaikan, Padek Cup 2025 sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang. Yaitu Padang Juara yang hadir untuk pengembangan skill pemuda Kota Padang.
“Salah satunya kita ingin membangun Kota Padang ini menjadi kota maju dan sejahtera di bidang olahraga. Nah kegiatan Padek Cup 2025 ini salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan Pemerintah Kota Padang dengan masyarakat yang ada. Termasuk Padang Ekspres, “ tutur dia.
Ia menilai, Padek Cup sebagai kegiatan positif karena membina generasi muda untuk semakin berprestasi. Terutama di bidang olahraga sepak bola. Selain itu, ia memandang kompetisi ini dapat memupuk semangat sportivitas.
Di sisi lain, Roni Endrian menyampaikan Bank Nagari akan selalu mendukung event ini. “Selama tiga edisi Bank Nagari selalu menjadi sponsor utama. Semoga tahun
Dukungan ini, sebutnya, bentuk komitmen mendukung kegiatan masyarakat. Utama sekali dalam menciptakan generasi muda yang tangguh dan juara. (cr4)
Editor : Novitri Selvia