PADEK.JAWAPO.COM-Sudah lama rasanya tidak mendengar gemuruh penonton di Stadion H Agus Salim Padang merayakan kemenangan atas tim kesayangannya, Semen Padang FC.
Terakhir kali Kabau Sirah –julukan Semen Padang FC— menang di kandang sendiri di BRI Super League musim ini terjadi beberapa bulan lalu ketika mengalahkan Dewa United.
Kemenangan tadi malam melawan Persija Jakarta menjadi kemenangan kedua bagi Semen Padang FC di kandang mereka. Dengan hasil itu, Kabau Sirah berhasil merangsek ke posisi 16 klasemen sementara dengan mengoleksi 10 poin.
Tak hanya memperbaiki posisi di klasemen, kemenangan itu tentunya juga menjadi “obat pelipur duka” bagi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) yang saat ini tengah berjuang untuk pulih pascabencana.
Selama pertandingan berlangsung, secara umum permainan Semen Padang FC sedikit lebih baik dibandingkan dari laga-laga sebelumnya. Organisasi permainan lebih terlihat sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Peluang Semen Padang untuk mendominasi permainan terbuka lebar ketika satu pemain Persija Jakarta, Figo Denis diganjar kartu merah pada menit 37.
Namun keunggulan jumlah pemain tak dimaksimalkan dengan baik sampai babak pertama berakhir. Di babak kedua, Semen Padang FC langsung menerapkan strategi menyerang sejak awal.
Perlahan namun pasti, gol yang ditunggu-tunggu akhirnya tercipta pada menit 83 melalui gol bunuh diri yang dilakukan pemain belakang Persija Jordi Amat.
Persija Jakarta berupaya mengejar ketertinggalan. Namun di tengah upaya itu, mereka sekali lagi harus menerima hukuman kartu merah yang diterima oleh pemainnya, F Calonego pada menit 90+6.
Ketidakberuntungan berpihak lagi kepada tim tamu ketika gol penyeimbang mereka pada menit-menit akhir dianulir VAR. Hasil 1-0 untuk kemenangan tuan rumah bertahan hingga peluat akhir dibunyikan.
Usai laga, Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic mengatakan, kemenangan pada laga ini dipersembahkan kepada masyarakat Sumbar yang sedang berjuang untuk pulih kembali pascabencana.
Untuk pertandingan, Dejan menyebut laga berlangsung dengan sengit. Dia juga mengapresiasi para pemain yang mampu disiplin selama pertandingan berlangsung.
“Persija merupakan tim yang sangat bagus. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menang dan akhirnya keinginan itu bisa diwujudkan,” ungkapnya.
Dejan pun menyebut, kesalahan-kesalahan elementer yang sempat berulang terjadi di laga sebelumnya, mulai tidak terlihat dalam pertandingan lawan Persija.
Menurutnya apa yang dilakukan dalam training camp lalu di Jakarta, memberikan dampak positif dalam pertandingan sesungguhnya.
“Tapi memang masih ada beberapa kekurangan kami, terutama dari sisi penyerangan. Kami masih belum maksimal dan menjadi PR ke depan. Yang jelas kemenangan ini menambah motivasi dan kepercayaan diri pemain,” pungkasnya.
Terpisah, Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza mengungkapkan, sebenarnya Persija Jakarta bisa mendominasi permainan.
Namun jika dibandingkan dengan laga-laga sebelumnya, penampilan tadi malam ini kurang maksimal sehingga tidak bisa memanfaatkan peluang yang didapatkan.
“Kami akui dalam permainan kami kurang bisa kreatif meskipun bisa mendominasi. Apalagi dua pemain kami menerima kartu merah. Sehingga mengubah jalannya pertandingan,” ungkapnya.
Bek Persija Jakarta Rizky Ridho mengaku kecewa dengan hasil yang diterima pada laga melawan Semen Padang FC.
“Kami para pemain pastinya kecewa. Apalagi kami tidak bisa memberikan hadiah kemenangan kepada suporter kami, The Jak yang berulang tahun. Namun kami akan terus berjuang pada laga selanjutnya,” pungkasnya. (adt)
Editor : Novitri Selvia