Pelatih Mikel Arteta memberikan pujian tinggi atas performa tersebut.
Comeback Rice yang Berisiko
Sebelum laga, status Rice sempat dianggap "touch and go" setelah absen di laga melawan Aston Villa. Arteta mengungkapkan bahwa tim medis bekerja ekstra keras hingga menit-menit terakhir sebelum kick-off.
“Setiap jam untuknya sangat penting agar bisa bermain hari ini,” kata Arteta usai laga.
“Kami tidak tahu berapa lama dia bisa tampil. Cara dia bersaing, bermain, dan kemudian mencetak dua gol menurut saya luar biasa. Itu pesan besar untuk tim,” tambahnya.
Detail Performa Rice yang Dipuji Pelatih Arsenal
Arteta mengungkapkan bahwa Rice sempat memaksa untuk tampil melawan Aston Villa, meski akhirnya tidak memungkinkan. Rice juga ingin berlatih sehari setelah pertandingan tersebut, namun kondisinya belum siap.
“Hingga menit terakhir saya bertanya sebelum pertandingan, ‘Bagaimana perasaanmu?’ Dan dia menjawab, ‘Saya siap.’ Dan dia menunjukkan bahwa dia benar-benar siap,” ujar Arteta.
Dalam laga ini, Rice mencetak dua gol pertama sepanjang kariernya di Premier League dalam satu pertandingan. Ia juga tampil dalam berbagai aspek permainan, termasuk kontribusi defensif dan pergerakan tanpa bola yang membantu keseimbangan tim.
Jalannya Pertandingan: Drama Gabriel dan Kebangkitan Arsenal
Bournemouth membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-10 setelah umpan Gabriel Magalhaes tidak sempurna dan jatuh ke kaki Evanilson yang kemudian mencetak gol. Gabriel membalas enam menit kemudian melalui situasi bola mati yang berawal dari pergerakan Noni Madueke di sisi kanan.
Bournemouth mampu menahan serangan Arsenal hingga istirahat. Namun Arsenal tampil lebih dominan pada babak kedua dan Rice mulai mengambil alih permainan.
Dua Gol Penentu dari Rice di Babak Kedua
Gol pertama Rice datang setelah rangkaian serangan yang melibatkan Jurrien Timber, Gabriel Martinelli, dan Martin Odegaard. Rice yang bergerak dari lini kedua menyambar bola dengan tembakan rendah dan keras.
Gol keduanya tercipta melalui kombinasi permainan sisi kanan yang berakhir pada umpan tarik Bukayo Saka. Rice yang tidak terkawal menuntaskan peluang untuk membawa Arsenal unggul 3-1.
Usai pertandingan, Rice mengatakan kepada BBC bahwa kontribusi pemain dalam berbagai momen menjadi kunci. “Kami membutuhkan semua orang untuk berkontribusi. Saya senang bisa membantu tim,” ujarnya.
Arsenal Tahan Tekanan Bournemouth Menjelang Akhir Laga
Junior Kroupi memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 melalui tendangan jarak jauh pada menit ke-76. Meski demikian, Arsenal bertahan rapat dan hanya menghadapi dua peluang tambahan, keduanya berhasil diblok.
Rice menjadi pemain terbaik pertandingan dengan dua gol, 14 kontribusi defensif, jarak tempuh terbanyak kedua, serta jumlah sprint terbanyak kedua di skuad Arsenal.
Catatan musim ini menunjukkan Rice berada di papan atas statistik internal klub, termasuk 33 tekel dan 188 progressive carries.
Arteta menilai Rice terus menambah aspek baru dalam permainannya. “Ya, bagi saya dia salah satu gelandang terbaik di dunia,” kata Arteta. “Dia terus meningkatkan banyak area dan masih bisa berkembang. Dia sangat penting bagi kami.”
Arsenal selanjutnya akan menghadapi Liverpool pada laga tengah pekan di Emirates Stadium.(*)
Editor : Heri Sugiarto