Hasil ini mengangkat PSIM Yogyakarta ke posisi keenam klasemen sementara Super League dengan 27 poin. Di sisi lain, Semen Padang tetap berada di peringkat ke-16 dengan 10 poin dan masih terpuruk di zona degradasi.
Tanpa Dua Pilar Penting
Semen Padang yang dilatih Dejan Antonic datang ke Yogyakarta dengan modal buruk. Pada laga tunda pekan ke-8 pekan lalu, tim Kabau Sirah kalah 1-5 dari Madura United FC.
Tim berjuluk Kabau Sirah ini juga tidak dapat tampil dengan kekuatan penuh. Dua pemain asing, Rui Rampa dan Alhassan Wakasso, absen karena belum pulih dari cedera.
Meski tampil sebagai tuan rumah, PSIM Yogyakarta asuhan Jean Paul Van Gastel juga tidak diperkuat dua pemain asing. Anton Fase dan Yusaku Yamadera masih menepi akibat cedera yang belum pulih.
Babak Pertama Berjalan Ketat Tanpa Gol
Pada babak pertama, tempo pertandingan relatif sedang. Semen Padang memilih bertahan dengan garis pertahanan rendah.
Sementara itu, PSIM mendominasi penguasaan bola dan berusaha membongkar pertahanan rapat lawan.
Hingga turun minum, tidak ada gol tercipta. Skor 0-0 bertahan meski PSIM terus menekan.
Penalti Ze Valente Jadi Pembeda Pertandingan
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Kedua tim saling menekan untuk mencari gol pembuka.
PSIM meningkatkan intensitas serangan, dan akhirnya memecah kebuntuan melalui gol penalti Ze Valente pada menit ke-64. Penalti diberikan setelah Franco Ramos Mingo dijatuhkan di area terlarang Semen Padang.
Hingga peluit panjang berbunyi, PSIM mampu mempertahankan keunggulan 1-0.(*)
Editor : Heri Sugiarto