Koordinator Tes Fisik Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Ilham, S.Si., M.Or., mengatakan tes fisik menjadi dasar penyusunan program latihan jangka menengah dan panjang.
“Tes fisik terstandar dan terukur memberi data objektif terkait kekuatan, daya tahan, kecepatan, dan power atlet. Data ini menjadi pijakan utama dalam merancang program latihan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan proses tes dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan instrumen, pelaksanaan di lapangan, hingga analisis awal dan akhir hasil pengukuran.
Menurutnya, variasi kondisi fisik antarcabang olahraga menunjukkan bahwa evaluasi pembinaan tidak bisa disamaratakan.
“Pendekatan ilmiah memungkinkan pelatih menyesuaikan program berdasarkan data, bukan asumsi,” kata Ilham.
Dr. Ilham yang juga dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP itu menambahkan bahwa tes fisik menjadi instrumen evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan atlet Sumbar.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Dekan FIK UNP Prof. Dr. Nurul Ihsan, serta Ketua Pelaksana Dr. Risky Syahputra atas dukungan dalam penyelenggaraan tes.
Rangkaian Pelatprov 2026 diawali pemeriksaan kesehatan atlet di UPTD Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) dan Pelatihan Kesehatan (Pelkes) Sumbar, Senin (12/1/2026).
Kegiatan dilanjutkan dengan psikotes pada Selasa (13/1) dan ditutup tes fisik di GOR FIK UNP, Rabu (14/1). Sebanyak 180 atlet dari 31 cabang olahraga mengikuti seluruh tahapan.
Komandan Pelatda KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi gerbang awal sebelum atlet mengikuti tes lanjutan.
“Tes ini penting untuk memastikan kondisi awal atlet. Data kesehatan, psikologis, dan fisik menjadi dasar objektif penetapan atlet Pra Pelatda,” ujarnya.
Risky menyebut beberapa cabang olahraga belum menghadirkan atlet karena alasan berada di luar daerah, mengikuti kejuaraan, atau urusan keluarga.
Panitia memberikan kesempatan tes susulan melalui mekanisme bersurat ke Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).
Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menegaskan bahwa tes atlet merupakan tahapan krusial dalam pembinaan prestasi.
“Tes ini menjadi fondasi awal pembinaan. Atlet yang masuk Pelatda harus benar-benar siap secara kesehatan, mental, dan fisik,” katanya.
Pelaksanaan tes melibatkan tim terpadu dari KONI Sumbar, Universitas Negeri Padang, dan tenaga kesehatan profesional dengan pemanfaatan fasilitas laboratorium FIK UNP.
Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyatakan dukungan penuh terhadap rangkaian tes Pelatprov 2026.
“Proses pembinaan harus berbasis data agar tepat sasaran. Atlet yang dipilih harus memiliki kesiapan fisik, mental, dan kesehatan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan prestasi harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan peluang meraih prestasi nasional bagi atlet Sumbar.(*)
Editor : Hendra Efison