Data kompetisi hingga musim 2023/2024 menunjukkan capaian ini tetap menjadi salah satu statistik paling langka dalam sejarah turnamen antarklub Eropa.
Rekor tersebut pertama kali dicapai AC Milan pada musim 1992/1993. Klub Italia itu menutup fase grup dengan enam kemenangan, mencetak 11 gol, dan hanya kebobolan satu kali. Milan kemudian melaju hingga final sebelum kalah 1-0 dari Marseille.
Rekor Awal dan Kontribusi Penyerang Utama
Pada musim 1994/1995, Paris Saint-Germain (PSG) mencatat rekor serupa dengan 12 gol dan tiga kebobolan. PSG mengawali fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Bayern Munchen, lalu menyapu bersih lima laga berikutnya.
Klub Prancis tersebut melangkah ke semifinal sebelum kalah agregat 0-3 dari AC Milan.
Spartak Moskva (1995/1996) menjadi klub berikutnya yang menyelesaikan fase grup tanpa kehilangan poin. Mereka mencetak 15 gol dan kebobolan empat kali, sebelum tersingkir di perempat final.
Dominasi Spanyol dan Produktivitas Jerman
Rekor sempurna kemudian kembali dicatat Barcelona pada musim 2002/2003. Klub Spanyol itu menorehkan 13 gol dan empat kebobolan, serta mencatat rangkaian sembilan kemenangan beruntun di Liga Champions.
Langkah Barcelona terhenti di perempat final setelah kalah dari Juventus.
Real Madrid menyusul pada musim 2011/2012 dengan 19 gol dan dua kebobolan, sebelum tersingkir melalui adu penalti melawan Bayern Munchen di semifinal.
Madrid kembali mencatat rekor sempurna pada musim 2014/2015 dengan 16 gol dan dua kebobolan.
Bayern Munchen dan Rekor Gol Tertinggi
Musim 2019/2020 menjadi milik Bayern München, yang menutup fase grup dengan 24 gol dan lima kebobolan, termasuk kemenangan 7-2 atas Tottenham Hotspur.
Bayern kemudian menjadi tim pertama yang menjuarai Liga Champions setelah memenangi seluruh laga fase grup.
Bayern mengulangi rekor tersebut pada musim 2021/2022 dengan 22 gol dan tiga kebobolan, serta kembali sempurna pada musim 2022/2023 dengan 18 gol dan dua kebobolan, menjadikan mereka satu-satunya klub dengan tiga fase grup sempurna.
Era Modern dan Wakil Inggris
Pada musim 2021/2022, Ajax menyapu bersih fase grup dengan 20 gol dan lima kebobolan, sementara Liverpool mencatat 17 gol dan enam kebobolan, menyamai rekor margin kemenangan grup 11 poin.
Musim 2023/2024 menghadirkan dua klub dengan rekor sempurna, yakni Real Madrid (16 gol, tujuh kebobolan) dan Manchester City (18 gol, tujuh kebobolan).
City menjadi tim Inggris kedua yang menyelesaikan fase grup dengan enam kemenangan.
Peluang Arsenal Pecah Rekor Sempurna
Pada musim 2025/2026, Arsenal mencatat tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan fase league phase hingga matchday ketujuh. Klub asal Inggris tersebut mengoleksi 21 poin, mencetak 20 gol, dan kebobolan dua kali berdasarkan data kompetisi hingga 27 Januari 2026.
Kemenangan 3-1 atas Inter Milan pada matchday ketujuh memastikan Arsenal berada di puncak klasemen fase liga dan mengamankan tiket ke babak 16 besar sebelum pertandingan terakhir melawan Kairat pada Kamis (29/1/2026) pukul 03.00 WIB.
Dengan satu laga tersisa di fase league phase, Arsenal masih berstatus sebagai tim dengan rekor kemenangan sempurna di kompetisi musim ini.(*)
Editor : Heri Sugiarto