Kesepakatan dicapai setelah Juventus memperoleh 70 persen hak kepemilikan atas pemain kelahiran 2007 tersebut, sementara Bayern mempertahankan 30 persen hak ekonomi serta matching rights untuk masa depan sang pemain.
Mundo Deportivo melaporkan, kesepakatan ini berlangsung tanpa biaya transfer. Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi kedua klub, sekaligus menunjukkan kemampuan Juventus bergerak cepat mengamankan pemain potensial yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.
Profil Licina dan Peran Barunya di Juventus
Adin Licina lahir di Landshut, sekitar satu jam dari München, dan berkembang sebagai gelandang kreatif dengan karakter nomor 10 modern.
Ia terbiasa memulai permainan dari sisi kanan, bergerak ke area tengah, dan mengatur alur serangan melalui dribel, visi bermain, serta umpan akhir yang akurat.
Licina dikenal mampu mengambil keputusan di area berbahaya dan menciptakan peluang melalui teknik individu.
Karakter tersebut dinilai sesuai konsep permainan Juventus yang kembali menekankan kreativitas di sepertiga akhir dan kemampuan memecah pertahanan melalui kontrol bola.
Meskipun masih berusia muda, Licina telah melewati proses pengembangan dengan cepat. Ia tampil untuk Bayern II, mengikuti pramusim 2024 bersama skuad utama, dan mencatat debut di bawah pelatih Vincent Kompany.
Dalam salah satu penampilannya, ia turut berperan dalam proses terciptanya gol pada awal masa kepelatihan Kompany.
Alasan Kepindahan Licina dari Bayern
Bayern menilai Licina membutuhkan konteks baru untuk melanjutkan perkembangannya.
Persaingan ketat di lini serang — dengan keberadaan Jamal Musiala, Michael Olise, dan Lennart Karl — membuat kesempatan bermain reguler di tim utama semakin terbatas bagi pemain berusia 17 tahun itu.
Situasi tersebut mendorong Bayern memberikan jalur pengembangan alternatif melalui kesepakatan kepemilikan 30 persen dan matching rights agar tetap terhubung dengan karier sang pemain.
Mekanisme tersebut memungkinkan Bayern mengamati perkembangan Licina sambil memberikan ruang bermain yang lebih besar di klub lain.
Bagi Juventus, transfer ini membuka kesempatan membentuk pemain muda sesuai sistem permainan yang tengah dibangun.
Langkah tersebut mengingatkan pada proses perekrutan Kenan Yildiz, yang juga datang dari Bayern sebelum berkembang menjadi salah satu aset penting klub.
Bintang muda Turki berusia 20 tahun itu telah menghabiskan 10 tahun di akademi Bavaria, sebelum pindah ke Turin lebih dari tiga tahun lalu.
Kini Yildiz memantapkan dirinya sebagai daya tarik terbesar Juve dan bahkan mewarisi nomor punggung 10 ikonik yang pernah dimiliki idolanya, Alessandro Del Piero.(*)
Editor : Heri Sugiarto