Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

200 Pesepeda dari 14 Provinsi Ikuti EJJ 2026, Jelajahi Rute Menantang Nan Indah di Jawa Timur

Heri Sugiarto • Senin, 2 Februari 2026 | 18:40 WIB

Para peserta EJJ 2026 memulai etape awal dari Surabaya, menjelajahi rute menantang dan panorama alam Jawa Timur.(Foto: Corcom Mainsepeda)
Para peserta EJJ 2026 memulai etape awal dari Surabaya, menjelajahi rute menantang dan panorama alam Jawa Timur.(Foto: Corcom Mainsepeda)
PADEK.JAWAPOS.COM-Sebanyak 200 pesepeda dari 57 kota di Indonesia bersiap menantang rute ekstrem Mainsepeda East Java Journey (EJJ) 2026.

Ajang ultra cycling yang memasuki tahun keempat ini akan membawa peserta menjelajahi rute sepanjang 1.500 km dan 600 km, menyusuri keindahan alam Jawa Timur.

Peserta dari 14 Provinsi Siap Hadapi Tantangan Ultra Cycling

Event yang digelar DBL Indonesia melalui Mainsepeda ini diikuti peserta dari 86 komunitas dan 14 provinsi.

Mereka terbagi dalam dua kategori, yaitu 1.500 km bersifat lomba dan 600 km non-kompetitif. Untuk kategori 1.500 km, peserta akan melintasi 27 kota/kabupaten di Jawa Timur.

Penyusunan rute dilakukan agar para cyclist dapat menikmati lanskap alam Jawa Timur, mulai pegunungan, pantai, bukit, hutan, persawahan, hingga jalur minyak tradisional. Panitia juga menghadirkan variasi medan flat, rolling, gravel, hingga tanjakan ekstrem.

Tanjakan Baru Jolotundo dan Jalur Paltuding Jadi Tantangan Awal

Meskipun telah berlangsung empat tahun berturut-turut, rute EJJ selalu diperbarui. Tahun ini, Jalur Jolotundo–Trawas menjadi tanjakan pembuka antara KM 45–61 dengan elevation gain 800 meter. Kemiringan jalur ini terbilang ramah, namun cukup menjadi pemanasan bagi peserta.

Tantangan besar hadir di Paltuding, Ijen. Rute tahun ini dibalik dengan akses dari Bondowoso, menghadirkan tanjakan sepanjang 53,7 km.

Sebelumnya, peserta melewati jalur Erek-Erek dari sisi Banyuwangi yang terkenal dengan kemiringan mencapai 34 persen.

Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, mendukung eksplorasi sisi Bondowoso. Ia menilai kawasan tersebut menawarkan panorama tak kalah indah. Dispora Jatim juga sedang membangun database event sport tourism, termasuk EJJ.

Eksplorasi JLS, Teksas Wonocolo, hingga Rute Pesisir Selatan

Tahun ini, panitia menambah eksplorasi pesisir selatan Jatim. Jalur Lintas Selatan (JLS) tetap dilalui, namun peserta akan lebih banyak melintasi pesisir Blitar serta kawasan Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan.

Satu rute tersembunyi yang menarik perhatian adalah Teksas Wonocolo di Bojonegoro, kawasan tambang minyak tradisional yang disebut memiliki nuansa mirip Unbound Gravel.

“Banyak yang indah akan dilewati peserta EJJ. Jualan kita tahun ini Teksas Wonocolo,” kata Founder Mainsepeda, Azrul Ananda.

Antusiasme Peserta: Dari Banjarbaru hingga Bogor

Peserta dari berbagai kota menyampaikan antusiasme mereka. Muhammad Ikhwan Dharmawan dari Banjarbaru menyebut rute baru membuatnya penasaran.

Ultra cyclist asal Bogor, Dony Febriana, mengatakan rute kejutan selalu menjadi alasan kembali ikut EJJ.

Ajang ini juga diikuti 14 pesepeda perempuan. Pada kategori 1.500 km terdapat Arfiana Khairunnisa dan Ivo Ananda, sementara kategori 600 km menghadirkan pesepeda asing Aude Marie Le Gorec dari Prancis, pemenang Banyuwangi Bluefire Ijen KOM. Total terdapat empat peserta asing dari tiga negara.

Start 2–8 Februari 2026, Peserta Dipantau Lewat Live Tracker

EJJ 2026 dimulai di Surabaya Town Square (Sutos). Kategori 1.500 km start pada Senin, 2 Februari 2026 dengan batas waktu 160 jam dan cut off time 8 Februari pukul 21.00 WIB.

Sementara kategori 600 km dimulai Jumat, 6 Februari 2026 dan harus diselesaikan dalam 64 jam.

Perjalanan peserta dapat dipantau melalui live tracker di Mainsepeda.com. Warga dapat memberikan dukungan sekaligus berkesempatan mendapatkan hadiah dari panitia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#mainsepeda #ultra cycling #ejj 2026 #ijen #jawa timur #Teksas Wonocolo #Rute Menantang nan Indah