Gol penentu dicetak Kai Havertz pada menit ke-97 melalui serangan balik cepat. Masuk sebagai pemain pengganti, Havertz menerima umpan Declan Rice, melewati kiper Robert Sanchez, dan menyelesaikan peluang ke gawang kosong.
Hasil ini sekaligus mengakhiri empat kegagalan Arsenal di semifinal pada era pelatih Mikel Arteta.
Chelsea membutuhkan satu gol untuk memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu setelah leg pertama berakhir 3-2. Meski mencatat 14 tembakan berbanding lima milik Arsenal, mereka tidak mampu menghasilkan peluang berbahaya. Upaya terbaik datang dari tendangan melengkung Enzo Fernandez yang dapat ditepis kiper Kepa Arrizabalaga pada babak pertama.
Arsenal tampil lebih defensif untuk menjaga keunggulan agregat. Piero Hincapie dan Gabriel Magalhaes sempat mendekati gol pembuka, namun peluang mereka dapat digagalkan.
Pertahanan solid The Gunners menambah catatan penting musim ini, menjadikan mereka tim pertama di lima liga top Eropa yang mencapai 20 clean sheet di semua kompetisi.
Pelatih Mikel Arteta menyatakan kepuasannya atas keberhasilan tim. Ia menilai Arsenal layak lolos berdasarkan performa dua pertandingan.
"Itu momen yang magis. Kami benar-benar senang karena ini pertandingan yang sulit melawan tim hebat dan sekarang kami berada di Wembley," kata Arteta seperti dikutip dari Sky Sports.
Arsenal selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Manchester City vs Newcastle United, yang digelar Kamis (5/2/2026) pukul 03.00 WIB. Final Carabao Cup dijadwalkan berlangsung bulan depan di Wembley.(*)
Editor : Heri Sugiarto