Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Pada babak pertama, kedua tim tampil hati-hati dan belum mampu menciptakan peluang berbahaya. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 0–0.
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Semen Padang FC mulai tampil lebih agresif dengan dukungan penuh suporter tuan rumah. Sejumlah pergantian pemain dilakukan pelatih Dejan Antonic untuk menambah daya gedor.
Puncak laga terjadi pada masa injury time babak kedua. Semen Padang FC mendapatkan hadiah tendangan penalti pada menit 90+14. Striker anyar Diego Mauricio yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa tuan rumah unggul 1–0.
Gol tersebut sekaligus menjadi penentu kemenangan hingga peluit panjang dibunyikan. Meski sempat terjadi tensi tinggi di menit-menit akhir, termasuk kartu kuning untuk Alhassan Wakaso dan Diego Mauricio, skor tidak berubah hingga laga usai.
Berdasarkan statistik pertandingan, Semen Padang FC mendominasi penguasaan bola dengan 63 persen, sementara Persita Tangerang mencatatkan 37 persen. Meski minim peluang bersih dari kedua tim, efektivitas di momen krusial menjadi pembeda.
Kemenangan ini menjadi tambahan tiga poin yang sangat berarti bagi Semen Padang FC dalam upaya memperbaiki posisi di klasemen dan menjauh dari zona degradasi. Sementara itu, Persita Tangerang harus pulang tanpa poin meski sebelumnya tampil cukup konsisten di papan atas. (*)
Editor : Adetio Purtama