Berdasarkan statistik pertandingan, Arema FC unggul tipis dalam penguasaan bola dengan 51 persen, sedangkan Semen Padang FC mencatatkan 49 persen. Meski selisih penguasaan bola tidak signifikan, efektivitas serangan menjadi faktor pembeda dalam laga tersebut.
Arema FC mencatatkan 14 total tembakan dengan enam di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara itu, Semen Padang FC hanya mampu menghasilkan tujuh percobaan dengan satu tembakan tepat sasaran. Produktivitas dan ketajaman lini depan tuan rumah menjadi kunci kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri.
Usai pertandingan, Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengaku kecewa dengan hasil yang diperoleh anak asuhnya. Menurut dia, secara permainan timnya tidak tampil buruk, khususnya di babak pertama.
“Di babak pertama sebenarnya kami bisa mendominasi permainan. Arema cukup banyak bertahan dan kami sempat menciptakan beberapa peluang. Namun gol pertama mereka berawal dari kesalahan kami sendiri, dan itu sedikit banyak memengaruhi jalannya pertandingan menjelang akhir babak pertama,” ujarnya usai laga.
Dejan menjelaskan, pada jeda turun minum tim pelatih telah mencoba melakukan evaluasi dan memberikan arahan kepada para pemain agar memperbaiki kekurangan yang terjadi pada paruh pertama.
“Kami sudah berbicara kepada pemain saat jeda agar kesalahan di babak pertama bisa dikurangi. Tapi gol kedua mereka juga berasal dari serangan balik. Setelah itu pertandingan menjadi semakin berat bagi kami, apalagi dengan adanya gol ketiga,” ungkap pelatih asal Serbia tersebut.
Meski harus menelan kekalahan dengan skor cukup telak, Dejan meminta para pemain segera melupakan hasil tersebut dan fokus menatap laga berikutnya. Semen Padang FC dijadwalkan menghadapi Malut United dalam pertandingan selanjutnya.
“Pertandingan melawan Malut United sudah dekat. Kami harus kembali ke Padang dan melakukan persiapan yang matang untuk laga tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dejan menilai performa timnya pada putaran kedua kompetisi menunjukkan peningkatan dibandingkan putaran pertama BRI Super League. Ia optimistis Semen Padang FC mampu melewati periode sulit ini dan segera keluar dari zona degradasi.
Dengan hasil ini, Semen Padang FC harus bekerja keras dalam laga-laga selanjutnya untuk memperbaiki posisi di klasemen. Sementara Arema FC semakin percaya diri dalam persaingan papan tengah hingga atas kompetisi musim ini. (*)
Editor : Adetio Purtama