Pertandingan ini menjadi penampilan fase gugur pertama Galatasaray dalam 12 musim setelah klub asal Istanbul itu lolos dengan menempati peringkat ke-20 fase liga berbekal sepuluh poin.
Juventus melaju untuk musim kedua beruntun seusai finis di posisi ke-13 dengan total 13 poin.
Kedua tim telah enam kali bertemu di fase grup kompetisi ini. Galatasaray mencatat dua kemenangan, Juventus satu, dan tiga laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir berlangsung pada 2013 ketika Galatasaray menutup fase grup dengan kemenangan 1–0 di Istanbul setelah bermain 2–2 di Turin.
Galatasaray juga menjaga rekor tidak terkalahkan dalam tiga laga kandang menghadapi Juventus melalui dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Rekor pertemuan Galatasaray dengan klub Italia tersebut turut menjadi modal tambahan. Mereka hanya kalah tiga kali dari 17 laga terakhir melawan tim Serie A dan tidak terkalahkan dalam 11 laga kandang menghadapi wakil Italia sejak 1963.
Di sisi lain, Juventus mencatat lima kemenangan, tiga imbang, dan dua kekalahan dalam sepuluh pertemuan dengan klub Turki, dengan dua kekalahan berasal dari Galatasaray.
Musim ini menjadi penampilan ke-19 Galatasaray di Liga Champions, tertinggi di antara klub Turki.
Laga ini menandai pertandingan ke-200 mereka di kompetisi Eropa sekaligus membuka peluang mencatatkan total 250 gol jika mampu menambah dua gol lagi.
Juventus memperpanjang rekor Italia dengan tampil untuk ke-25 kalinya di Liga Champions dan mencapai fase gugur untuk kali ke-10 dalam 12 musim terakhir.
Namun, Juventus membawa catatan lima kekalahan beruntun di laga fase gugur sejak 2018/2019.
Kontribusi pemain kunci menjadi sorotan menjelang laga. Victor Osimhen mencetak enam dari sembilan gol Galatasaray pada fase liga.
Dari kubu Juventus, Kenan Yıldız mencatat satu gol, tiga assist, dan dua penghargaan Player of the Match.
Data lain menunjukkan Mario Lemina pernah membela Juventus pada 2015–2017 dengan 42 penampilan.
Pelatih Galatasaray Okan Buruk menyampaikan bahwa timnya berada dalam kondisi fisik dan mental terbaik serta ingin memaksimalkan laga kandang demi memperoleh keuntungan pada leg pertama.
Ia menambahkan bahwa penentuan kelolosan tidak ditentukan dalam satu pertandingan sehingga kedalaman skuad akan dimanfaatkan.
Pelatih Juventus Luciano Spalletti menekankan kesiapan mental menghadapi laga besar dan menyebut tekanan pertandingan tidak memberi ruang untuk kesalahan.(*)
Perkiraan Susunan Pemain
Galatasaray: Uğurcan Çakır; Boey, Sánchez, Abdülkerim Bardakçı, Eren Elmalı; Torreira, Sara; Sané, Yunus Akgün, Barış Alper Yılmaz; Osimhen.
Juventus: Di Gregorio; Kalulu, Bremer, Kelly, Cambiaso; McKennie, Locatelli, Miretti; Francisco Conceição, Kenan Yıldız; Openda.
Editor : Heri Sugiarto