Kepastian tersebut disampaikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat setelah seluruh cabor dinyatakan aktif secara legal melalui pendaftaran KONI kabupaten/kota.
Wakil Ketua Umum II KONI Sumatera Barat sekaligus Ketua Pelaksana Porprov XVI, Dr. Septri, mengatakan data final 48 cabor akan dibahas dalam rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama KONI kabupaten/kota dan pengurus provinsi peserta.
“Sebanyak 48 cabang olahraga sudah terverifikasi dan aktif secara legal. Ini akan kita bawa dalam rakornis bersama KONI kabupaten/kota dan pengprov peserta Porprov yang direncanakan Sabtu, 7 Maret 2026. Tempat pelaksanaan akan kami informasikan kemudian,” ujar Septri di Padang, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Septri, rakornis akan menyepakati penetapan tuan rumah masing-masing cabor, teknis jadwal pertandingan, serta peluncuran Porprov XVI berikut aplikasi resmi yang mendukung sistem pertandingan dan administrasi.
Adapun 48 cabor yang lolos verifikasi antara lain sepak takraw, taekwondo, atletik, panahan, biliar, akuatik, catur, bola voli, tinju, pencak silat, tenis meja, angkat besi, karate, menembak, bulutangkis, kempo, sepak bola, futsal, angkat berat, dayung, panjat tebing, tarung derajat, tenis lapangan, bola basket, dan bridge.
Selain itu, dipertandingkan pula bola tangan, wushu, gulat, gimnastik, soft tenis, sepatu roda, hapkido, binaraga, arung jeram, aero sport, balap motor, pickleball, petanque, e-sport, judo, muaythai, mixed martial arts, kick boxing, dance sport, balap sepeda, cricket, sambo, gateball, dan woodball.
Beberapa cabor seperti sepak takraw, taekwondo, atletik, dan panahan tercatat memiliki 17 pengurus cabang aktif, sementara bola voli, tinju, pencak silat, bulutangkis, dan karate masing-masing didukung 16 pengcab aktif.
Cabang seperti dance sport, balap sepeda, cricket, sambo, gateball, dan woodball memiliki 10 pengcab aktif sebagai syarat minimal mempertandingkan nomor lengkap.
Porprov XVI akan menggunakan konsep tuan rumah bersama dengan pusat kegiatan di Kompleks Universitas Negeri Padang serta sejumlah daerah lain yang mengajukan diri dan dinilai layak menjadi tuan rumah cabor tertentu.
Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan Porprov menjadi bagian dari desain pembinaan jangka panjang olahraga daerah.
“Porprov ini adalah wahana seleksi dan pembinaan. Dari sini kita ingin melahirkan atlet-atlet muda potensial yang diproyeksikan tampil di Porwil, Kejuaraan Nasional, Babak Kualifikasi PON hingga PON XXII NTB–NTT 2028,” kata Hamdanus.
Nomor pertandingan mengacu pada nomor Pekan Olahraga Nasional XXI dan XXII dengan ketentuan minimal enam peserta untuk memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu.
Peserta Porprov XVI berasal dari seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sumatera Barat yang didaftarkan melalui KONI masing-masing daerah, dengan syarat atlet berstatus WNI, berdomisili di Sumbar, serta memiliki KTP elektronik Sumbar paling lambat Juni 2025 atau dibuktikan dengan KK/KIA bagi yang belum cukup umur.
KONI Sumatera Barat menargetkan seluruh aspek teknis dan nonteknis terselesaikan melalui koordinasi lintas daerah dan cabang olahraga dalam delapan bulan menuju pelaksanaan Oktober 2026.(*)
Editor : Hendra Efison