Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hidup Mati di Haji Agus Salim! Semen Padang FC Wajib Tumbangkan PSIM demi Keluar dari Zona Degradasi

Hendra Efison • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:22 WIB

Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey.
PADEK.JAWAPOS.COM—Semen Padang FC menghadapi laga krusial saat menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24 BRI Super League, Rabu (4/3/2026) malam.

Pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim itu menjadi partai penentuan bagi Kabau Sirah dalam upaya keluar dari zona degradasi musim kompetisi 2025/2026.

Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan laga melawan PSIM bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan momentum penting yang menentukan nasib tim di klasemen.

Ia menyatakan tidak ada pilihan lain selain meraih kemenangan dan mengamankan tiga poin penuh karena posisi Semen Padang FC saat ini berada di zona merah dan bersaing ketat dengan tim lain yang selisih poinnya sangat tipis.

Menurutnya, jarak poin yang berdekatan membuat setiap pertandingan tersisa memiliki arti penting, sehingga fokus dan konsentrasi penuh dari jajaran pelatih serta pemain menjadi kunci utama.

Manajemen berharap seluruh elemen tim mampu memaksimalkan kesempatan bermain di kandang sendiri dan menjawab harapan suporter serta masyarakat Sumatera Barat yang tidak ingin melihat Kabau Sirah terdegradasi ke Liga 2.

Secara statistik, situasi belum sepenuhnya berpihak kepada tuan rumah berdasarkan data Aiscore sejak 2024 yang mencatat kedua tim telah bertemu tiga kali.

Dalam tiga pertemuan tersebut, Semen Padang FC belum pernah meraih kemenangan dengan rincian dua hasil imbang dan satu kekalahan.

Sebaliknya, PSIM Yogyakarta mencatatkan satu kemenangan dan dua hasil seri, serta belum pernah kalah dari Kabau Sirah dalam tiga laga terakhir.

Total gol yang tercipta dari tiga pertemuan itu hanya tiga gol, masing-masing satu gol dicetak Semen Padang FC dan dua gol oleh PSIM Yogyakarta.

Jika ditinjau dari lokasi pertandingan, Stadion Haji Agus Salim baru sekali menjadi arena pertemuan dan berakhir imbang, sementara dua laga lain berlangsung di Stadion Mandala Krida dengan satu kemenangan untuk PSIM dan satu hasil seri.

Pada ajang Indonesian Liga 1, kedua tim tercatat sekali bertemu dan dimenangkan PSIM Yogyakarta, sedangkan dua laga di Indonesian Liga 2 berakhir tanpa pemenang.

Baca Juga: Pelaksanaan GPM di Kelurahan Kubumarapalam, Padang: Harga Terjangkau Warga Senang, Inflasi Terjaga

Performa lima laga terakhir menunjukkan persaingan relatif berimbang, di mana Semen Padang FC meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan, sementara PSIM mengoleksi satu kemenangan, tiga hasil seri, serta satu kekalahan.

Dengan catatan head to head yang belum memihak dan posisi di zona degradasi, Semen Padang FC menghadapi laga wajib menang demi menjaga asa bertahan di kompetisi.

Stadion Haji Agus Salim akan menjadi penentu apakah Kabau Sirah mampu mematahkan tren tanpa kemenangan atas PSIM sekaligus membuka peluang keluar dari tekanan zona merah musim ini.(*)

Editor : Hendra Efison
#Semen Padang FC vs PSIM #stadion haji agus salim #zona degradasi