Dalam pernyataan singkatnya, keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan dan diskusi bersama jajaran komisaris serta penasihat tim.
“Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil Manajemen Semen Padang FC setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan Komisaris dan Penasihat Tim. Terimakasih Coach Dejan,” tulis pernyataan resmi klub.
Perpisahan ini tak lepas dari performa tim yang belum menunjukkan perbaikan signifikan pada putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026. Dejan Antonic sebelumnya dipercaya menangani Kabau Sirah menggantikan Eduardo Almeida pada akhir putaran pertama kompetisi.
Namun, di bawah arahannya, Semen Padang FC belum mampu keluar dari jerat zona degradasi. Hasil imbang tanpa gol kontra PSIM Yogyakarta di Stadion H. Agus Salim, Rabu (4/3/2026), menjadi salah satu laga yang disorot. Dalam pertandingan tersebut, Kabau Sirah gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama.
Saat ini, Semen Padang FC masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin dan berada di zona degradasi. Situasi tersebut membuat manajemen mengambil langkah cepat demi menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional musim depan.
Belum ada keterangan resmi terkait sosok pelatih pengganti yang akan menangani tim dalam waktu dekat. Manajemen diharapkan segera menunjuk nakhoda baru mengingat kompetisi masih menyisakan sejumlah pertandingan krusial. (*)
Editor : Adetio Purtama