Pertandingan leg pertama ini menjadi penampilan pertama Galatasaray di babak 16 besar dalam 12 musim terakhir, sekaligus menghadapi tim yang sempat mereka kalahkan pada fase grup.
Kemenangan Fase Grup dan Penalti Osimhen
Galatasaray melaju ke babak ini setelah menempati posisi kedua fase grup dengan sepuluh poin. Pada Matchday 2 fase grup, tim Turki ini berhasil mengalahkan Liverpool 1-0 melalui penalti Victor Osimhen pada babak pertama.
Menghentikan striker Nigeria yang produktif ini menjadi prioritas utama Liverpool pada babak 16 besar.
Osimhen telah mencetak tujuh gol musim ini, termasuk gol kemenangan setelah perpanjangan waktu melawan Juventus di babak playoff, dan hanya kalah dari Harry Kane, Anthony Gordon, dan Kylian Mbappé.
Di babak playoff, Galatasaray menyingkirkan Juventus dengan agregat 7-5, mencatat kemenangan kandang 5-2 dan kekalahan tandang 2-3 setelah perpanjangan waktu.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, menekankan pentingnya leg pertama untuk menentukan posisi tim menjelang leg kedua. “Tujuan kami adalah untuk mendapatkan keuntungan di pertandingan pertama melawan Liverpool,” tegas Buruk, dikutip dari laman UEFA.
Buruk juga menambahkan bahwa Liverpool akan menghadapi pertandingan dengan mindset berbeda dibanding pertemuan fase grup.
Pemain Cedera dan Dampaknya pada Leg Pertama
Sementara itu, Liverpool finis ketiga fase grup dengan enam kemenangan dan dua kekalahan. Setelah kalah dari Galatasaray, tim asuhan Arne Slot meraih lima kemenangan dari enam pertandingan sisa fase grup, termasuk kemenangan 5-1 di Frankfurt dan 6-0 atas Qarabag.
Dominik Szoboszlai mencatat empat gol dan empat assist selama fase grup.
Slot memperingatkan bahwa Galatasaray memiliki banyak senjata, termasuk serangan balik cepat, dengan Osimhen sebagai ancaman utama bersama Baris Alper Yılmaz. “Kita perlu mewaspadai hal itu dan kita akan mewaspadainya, tetapi mengetahui kekuatan lawan tidak selalu berarti kita dapat mencegahnya,” kata Slot.
Slot juga memastikan bahwa Federico Chiesa dan Alisson Becker tidak akan tampil pada leg pertama karena cedera.
Statistik Head-to-Head Galatasaray vs Liverpool
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 30 September 2025 ketika Victor Osimhen mencetak gol penalti pada babak pertama yang membawa Galatasaray menang 1-0 di Istanbul.
Pertemuan ini menjadi pertemuan kelima kedua klub di Liga Champions. Rekor head-to-head mencatat empat pertandingan sebelumnya di Liga Champions, dengan dua kemenangan Galatasaray, dua kemenangan Liverpool, dan pertandingan musim 2001/02 berakhir imbang 0-0 di Liverpool dan 1-1 di Istanbul, sedangkan pada musim 2006/07 masing-masing tim meraih kemenangan kandang 3-2.
Secara keseluruhan, Galatasaray hanya kalah satu kali dalam sembilan pertandingan kandang terakhir melawan tim Inggris.
Liverpool mengalami lima kekalahan dalam tujuh pertandingan tandang melawan tim Turki, dan mencatat dua kemenangan serta satu kekalahan dalam leg tandang babak knockout melawan klub Turki, termasuk kekalahan dari Besiktas pada babak 32 besar Liga Europa musim 2014/15.
Fakta Menarik dan Rekor Klub
Musim ini merupakan partisipasi ke-19 Galatasaray di Liga Champions, lebih banyak dibanding klub Turki lainnya secara gabungan.
Tim ini hanya kalah satu kali dalam sepuluh pertandingan kandang Eropa terakhir dan mencetak tiga gol atau lebih dalam delapan dari 13 pertandingan kandang terakhir.
Kekalahan 2-0 dari Manchester City pada Matchday 8 mengakhiri rentetan empat pertandingan tanpa kalah melawan klub Premier League. Kemenangan atas Juventus menjadi kemenangan kedua Galatasaray dalam lima pertandingan knockout Liga Champions.
Liverpool menjalani Liga Champions ke-17, dengan lima kali mencapai final dan memenangkan trofi pada 2005 dan 2019.
Musim lalu, tim asuhan Arne Slot tersingkir oleh Paris Saint-Germain di babak 16 besar dengan skor 0-1 di kandang dan 0-1 di tandang, kemudian kalah 1-4 melalui adu penalti.
Musim ini, Liverpool memenangkan delapan dari 12 leg pertama babak 16 besar sebelumnya dan menjaga clean sheet dalam tujuh dari sembilan pertandingan leg pertama terakhir.
Mohamed Salah mencatat 49 gol dan berpeluang menjadi pemain Afrika pertama yang mencapai 50 gol, sejajar dengan Jamie Carragher yang memiliki 80 penampilan di Liga Champions.(*)
Editor : Heri Sugiarto