Lampu sorot menerangi lapangan berpagar kaca, sementara suara benturan bola dengan raket terdengar silih berganti. Sejumlah pemain terlihat bergantian bermain, sedangkan yang lain menunggu giliran di pinggir lapangan sambil berbincang.
Meski Payakumbuh bukan kota besar, antusiasme masyarakat terhadap olahraga padel terlihat cukup tinggi. Bahkan pada malam hari, lapangan tetap dipadati pemain yang datang bersama teman maupun komunitas kecil mereka.
Padel dikenal sebagai olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash. Permainan dilakukan di lapangan yang lebih kecil dibandingkan tenis dan dikelilingi dinding kaca yang juga dapat dimanfaatkan dalam permainan.
Mudah Dipelajari, Banyak Diminati
Salah seorang pemain, Dina (26), mengatakan dirinya sudah cukup lama rutin bermain padel di Break House Arena. Ia biasanya menjadwalkan waktu khusus untuk bermain bersama teman-temannya.
“Biasanya saya main dua kali seminggu di sini. Menurut saya padel bukan sekadar tren yang viral sebentar lalu hilang. Justru makin lama makin banyak yang tertarik mencoba,” ujarnya saat ditemui di sela permainan.
Menurut Dina, salah satu daya tarik padel adalah permainan yang relatif mudah dipelajari, termasuk oleh pemain yang baru pertama kali mencoba.
“Kalau tenis mungkin butuh teknik yang lebih lama untuk belajar. Tapi kalau padel, baru beberapa kali main saja sudah bisa menikmati permainannya. Itu yang bikin orang betah,” katanya.
Permainan yang biasanya dilakukan secara berpasangan juga membuat suasana bermain terasa lebih santai dan penuh interaksi antar pemain.
Fasilitas Masih Terbatas
Pemain lainnya, Sadik (26), mengaku mulai mengenal olahraga padel dari teman-temannya. Sejak saat itu, ia cukup sering datang bermain di lokasi tersebut.
Menurutnya, selain karena permainannya seru, alasan lain yang membuatnya rutin datang adalah karena fasilitas lapangan padel di Payakumbuh masih sangat terbatas.
“Sejak kenal padel, saya sering main di sini. Selain memang asyik, satu-satunya tempat main padel di Payakumbuh ya di sini,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa meskipun Payakumbuh tergolong kota kecil, minat masyarakat terhadap olahraga ini cukup tinggi.
“Payakumbuh itu kecil, tapi untuk padel yang ada hanya di sini. Jadi kalau mau main ya pasti ke sini,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat Break House Arena menjadi salah satu titik berkumpulnya para penggemar padel di kota itu. Tidak hanya pemain yang sudah terbiasa bermain, tetapi juga pemula yang datang untuk mencoba olahraga tersebut.
Jadi Aktivitas Olahraga dan Sosial
Dari pengamatan di lapangan, sebagian pemain datang secara berkelompok setelah jam kerja. Mereka memanfaatkan waktu malam untuk berolahraga sekaligus bersosialisasi dengan teman-teman.
Beberapa pemain yang awalnya hanya menonton juga terlihat tertarik untuk mencoba. Raket dipinjamkan secara bergantian, sementara pemain yang lebih berpengalaman biasanya memberikan arahan dasar kepada pemula.
Fenomena ini menunjukkan bahwa padel mulai mendapatkan tempat di kalangan masyarakat Payakumbuh. Keberadaan fasilitas seperti di Break House Arena menjadi ruang bagi para pemain untuk berlatih dan menikmati permainan secara rutin.(*)
Editor : Hendra Efison