Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota MOS 20 dan perantau Minang pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H.
Yota Balad menyambut baik penyelenggaraan laga tersebut karena dinilai mampu memperkuat hubungan antarperantau sekaligus masyarakat di kampung halaman.
“Kegiatan ini ikut mendukung visi misi Balad-Mulyadi dalam memajukan wisata Kota Pariaman melalui sport tourism, salah satunya melalui olahraga sepak bola,” ujarnya.
Dorong Jadi Event Tahunan
Ia berharap Laga MOS 20 dapat dijadikan agenda tahunan di Kota Pariaman dengan persiapan yang lebih matang dan kemasan yang menarik.
Menurutnya, event tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan penonton serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Kalau bisa ke depannya MOS ini menjadi event tahunan di Kota Pariaman,” katanya.
Yota Balad juga menegaskan Pemerintah Kota Pariaman akan mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa membedakan pihak mana pun.
Ia mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan olahraga guna menciptakan suasana kebersamaan dan mempererat persaudaraan.
Ajang Silaturahmi Perantau Minang
Sementara itu, Kepala Desa Sikapak Timur, Syawirman, menjelaskan bahwa Laga MOS 20 merupakan ajang silaturahmi bagi komunitas sepak bola warga Minang di perantauan.
“Laga ini merupakan ajang silaturahmi antara perantau berdarah Minang yang hobi sepak bola atau pemain berusia di atas 45 tahun,” ungkapnya.
Ia menyebut Kota Pariaman menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan tahun ini, yang bertepatan dengan suasana Idul Fitri sehingga momentum silaturahmi dinilai semakin tepat.
Adapun enam tim yang ambil bagian dalam laga ini yakni MOS Pariaman Hijau, MOS Pariaman Putih, MOS Riau, MOS Muaro Bungo, MOS Dharmasraya, dan MOS Padang City.
Kegiatan ini juga mendapat sambutan antusias dari peserta, pemerintah desa, serta masyarakat setempat yang turut meramaikan jalannya pertandingan.(*)
Editor : Hendra Efison